PULAU KIJANG – Kebakaran besar melanda kawasan permukiman padat di Jalan Pahlawan, RT 02 RW 02, Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Rabu (8/4/2026). Sedikitnya 81 rumah warga ludes terbakar, sementara puluhan bangunan lainnya mengalami kerusakan akibat amukan si jago merah.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 81 unit rumah hangus terbakar, 9 rumah mengalami kerusakan berat, dan 19 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Meski kerugian material diperkirakan sangat besar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa warga Pulau Kijang dan memastikan pemerintah akan bergerak cepat membantu para korban.
“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Riau menyampaikan rasa prihatin dan kesedihan mendalam yang tengah melanda masyarakat Pulau Kijang Indragiri Hilir,” kata SF Hariyanto kepada Rakyat45.com.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Riau akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir untuk mempercepat penanganan pascabencana, termasuk penyaluran bantuan darurat kepada warga terdampak.
“Nanti kita komunikasikan dengan Pemkab untuk pemulihan dan penyaluran bantuan darurat berupa sembako, selimut, pakaian layak pakai, dan tenda sementara bagi korban,” katanya.
Selain bantuan kebutuhan dasar, pemerintah juga menyiapkan program rehabilitasi rumah bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran tersebut.
“Jangan sampai korban terlantar. Pemerintah hadir. Untuk rumah yang rusak berat akan kita bantu melalui program Rumah Layak Huni tahun ini,” tegasnya.
SF Hariyanto juga menginstruksikan aparatur pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk segera menyelesaikan pendataan korban dan kerugian. Data tersebut akan menjadi dasar penyaluran bantuan lanjutan serta program rehabilitasi yang akan dijalankan pemerintah.
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Indragiri Hilir, Budi Winarko, menjelaskan api pertama kali terlihat sekitar pukul 11.30 WIB dan dengan cepat membesar karena kondisi permukiman yang padat.
“Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, api dengan sangat cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya yang sebagian besar merupakan permukiman rapat,” ujarnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, api diduga berasal dari area sekitar rumah seorang warga bernama H Iskandar. Namun, penyebab pasti kebakaran masih didalami oleh pihak kepolisian.
Kondisi bangunan yang sebagian besar berbahan mudah terbakar serta tiupan angin yang cukup kencang membuat api cepat menjalar dari satu rumah ke rumah lainnya.
Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, besarnya kobaran api membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Tim pemadam kebakaran Kecamatan Reteh bersama masyarakat akhirnya berhasil mengendalikan api setelah melakukan pemadaman selama sekitar dua setengah jam.
Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB. Setelah kebakaran berhasil diatasi, warga mulai membersihkan puing-puing bangunan dan menyelamatkan barang yang masih tersisa.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala dan kehati-hatian saat meninggalkan rumah dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa.
Hingga kini, proses pendataan korban serta perhitungan total kerugian masih terus dilakukan. Pemerintah memastikan seluruh warga terdampak akan mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan mereka.***















