Banner Website
Peristiwa

Sisa Satu Titik Api di Bengkalis, Tim Gabungan Kebut Pemadaman Karhutla

21
×

Sisa Satu Titik Api di Bengkalis, Tim Gabungan Kebut Pemadaman Karhutla

Sebarkan artikel ini
Sisa Satu Titik Api di Bengkalis, Tim Gabungan Kebut Pemadaman Karhutla
Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bengkalis memasuki tahap krusial. Hingga Kamis (9/4/2026). Taktiknews/Lw

Taktiknews.com, Bengkalis – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bengkalis memasuki tahap krusial. Hingga Kamis (9/4/2026), tim gabungan masih berjibaku memadamkan satu titik api terakhir yang berada di Desa Kelemantan Barat.

Meski sebagian besar wilayah terdampak telah berhasil diamankan, titik api yang tersisa tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi kembali meluas jika tidak segera ditangani secara tuntas.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menegaskan bahwa operasi pemadaman terus dilanjutkan sejak pagi hari dengan mengerahkan kekuatan penuh di lapangan.

“Pagi ini kami melanjutkan satu titik pemadaman yang tersisa di Desa Kelemantan Barat,” ujarnya.

Menurut Ferdian, kondisi cuaca memberikan sedikit keuntungan bagi tim. Hujan yang turun pada dini hari hingga subuh membantu menekan intensitas api, sehingga proses pemadaman bisa dilakukan lebih efektif.

Namun demikian, tim tetap bersiaga penuh dengan menurunkan tiga regu utama untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa.

“Dini hari dan subuh tadi sempat hujan, pagi ini tim persiapan dengan kekuatan tiga regu,” lanjutnya.

Keberhasilan pengendalian di sejumlah wilayah lain menjadi capaian penting dalam operasi ini. Beberapa desa yang sebelumnya terdampak kini telah dinyatakan aman dan bebas dari titik api aktif.

“Desa Sekodi, Desa Palkun, dan Desa Kembung Luar sudah clear,” ungkap Ferdian.

Meski demikian, tantangan di lapangan belum sepenuhnya berakhir. Ketersediaan sumber air menjadi salah satu kendala utama yang sempat memperlambat proses pemadaman, terutama di area dengan kondisi lahan kering.

Untuk mengatasi hal tersebut, tim mengerahkan alat berat guna membuka dan membersihkan kanal air di sekitar lokasi kebakaran. Upaya ini bertujuan memastikan suplai air tetap tersedia selama proses pemadaman berlangsung.

“Satu unit alat berat tadi malam juga sudah digeser dari Sekodi ke Kelemantan untuk membantu tim kami membersihkan kanal guna mendapatkan sumber air untuk pemadaman,” jelasnya.

Situasi sempat mengkhawatirkan ketika api mendekati area kebun sagu milik warga. Jika tidak segera dikendalikan, kebakaran berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat sekitar.

Karena itu, tim di lapangan bergerak cepat melakukan penyekatan dan pendinginan area guna mencegah api merambat lebih jauh.

Selain pemadaman dari darat, operasi juga diperkuat dengan dukungan udara melalui water bombing. Dua unit helikopter dikerahkan untuk menjatuhkan air di titik-titik yang sulit dijangkau oleh petugas.

“Water bombing sebanyak dua helikopter membantu kami siang kemarin,” katanya.

Teknologi juga dimanfaatkan dalam proses pemantauan. Tim menggunakan drone untuk memetakan kondisi terkini di lapangan, terutama untuk mendeteksi kemungkinan adanya titik api tersembunyi.

Langkah ini dinilai penting agar penanganan bisa dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

“Pagi ini cuaca masih sangat baik setelah hujan, dan drone sedang diterbangkan untuk mengecek kembali kondisi terakhir guna penempatan pasukan,” ujarnya.

Di tengah tekanan tugas yang tinggi, kondisi kesehatan personel tetap menjadi prioritas. Tim medis dari puskesmas setempat secara rutin memberikan layanan kesehatan kepada anggota Manggala Agni yang bertugas.

Pemeriksaan dilakukan setiap pagi dan sore guna memastikan para petugas tetap dalam kondisi prima selama menjalankan operasi pemadaman.

“Tim Manggala Agni kami setiap pagi dan sore diberikan layanan kesehatan oleh tim medis puskesmas. Cek kesehatan menjadi dukungan yang sangat baik,” tutupnya.

Dengan berbagai langkah yang telah dilakukan, tim optimistis sisa titik api di Bengkalis dapat segera dipadamkan. Keberhasilan ini diharapkan mampu mencegah potensi kebakaran susulan serta melindungi lingkungan dan aktivitas masyarakat dari dampak karhutla yang lebih luas.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *