Taktiknews.com, Siak โ Harimau Sumatra kembali dilaporkan muncul di kawasan perkebunan sawit milik warga di Kampung Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Sabtu (18/7/2026). Kemunculan satwa dilindungi tersebut membuat warga resah dan khawatir saat beraktivitas di kebun.
Seorang warga Kampung Mengkapan, Dodi, mengaku melihat seekor Harimau Sumatra melintas di Jalan Nasional KM 4 sekitar pukul 12.00 WIB.
“Saya melihat dari kejauhan seekor Harimau Sumatra melintas di Jalan Nasional KM 4 Kampung Mengkapan sekitar pukul 12 siang,” kata Dodi kepada TaktikNews.com, Sabtu (18/7/2026).
Tidak lama berselang, kemunculan harimau juga dialami Agus, pekerja panen sawit asal Kabupaten Kepulauan Meranti. Saat melangsir buah sawit menggunakan sepeda motor di kawasan KM 7, ia mengaku nyaris menjadi sasaran serangan harimau.
Agus menuturkan, harimau tiba-tiba muncul dari sekitar perkebunan ketika dirinya sedang melintas. Ia langsung berteriak dan memacu sepeda motornya meninggalkan lokasi.
“Saya kaget, langsung berteriak dan menarik gas motor sekuatnya supaya bisa menjauh. Setelah aman saya menghubungi teman-teman yang masih bekerja di kebun. Syukur saya masih selamat, tetapi sampai sekarang masih trauma,” ujarnya kepada TaktikNews.com, Sabtu (18/7/2026).
Akibat insiden tersebut, Agus memilih menghentikan pekerjaannya dan pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Kepulauan Meranti karena masih dihantui rasa takut.
Ketua RT 009 Kampung Mengkapan, Mustopa, mengatakan kemunculan Harimau Sumatra di wilayah tersebut bukan kejadian baru. Menurutnya, laporan telah disampaikan kepada pemerintah kampung, Bhabinkamtibmas, hingga BPBD Kabupaten Siak.
“Harimau ini sering muncul di sekitar kebun warga. Kejadian ini sudah kami laporkan kepada pemerintah kampung, Bhabinkamtibmas, dan BPBD Kabupaten Siak. Kami berharap ada tindakan cepat dari pihak berwenang sebelum jatuh korban. Harimau memang satwa yang dilindungi, tetapi masyarakat juga harus mendapat perlindungan saat mencari nafkah,” ujar Mustopa kepada TaktikNews.com, Sabtu (18/7/2026).
Warga berharap instansi terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan mitigasi terhadap kemunculan Harimau Sumatra. Mereka juga meminta patroli di kawasan perkebunan ditingkatkan agar masyarakat dapat kembali bekerja tanpa dihantui rasa takut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau terkait laporan kemunculan Harimau Sumatra di kawasan tersebut.***














