Taktiknews.com, Pekanbaru – Tim Manggala Agni Daops Sumatera III/Dumai harus menempuh perjalanan selama delapan jam untuk mencapai lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pulau Serdang, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Perjalanan panjang tersebut dilakukan demi mempercepat penanganan kebakaran yang melanda lahan gambut di wilayah itu.
Tim tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB pada Jumat (10/7/2026), setelah bergerak sejak pagi usai menerima laporan adanya titik api hasil pemantauan patroli udara.
Setibanya di lokasi, petugas tidak langsung melakukan penyemprotan air. Tim lebih dulu melaksanakan size up atau penilaian kondisi lapangan untuk menentukan strategi pemadaman yang paling efektif sekaligus memastikan keselamatan personel.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan penilaian awal dilakukan dengan memetakan akses menuju lokasi, luas area terbakar, sumber air, hingga menerbangkan drone untuk memperoleh gambaran menyeluruh kondisi di lapangan.
“Sampai dengan pukul 15.00 WIB tim baru bisa menembus lokasi. Sesampainya di sana, tim langsung melakukan size up untuk memastikan akses menuju lokasi, perimeter kebakaran, sumber air terdekat, serta menerbangkan drone guna melihat kondisi area secara utuh sebagai dasar penyusunan strategi pemadaman,” ujar Ferdian kepada Taktiknews.com, Sabtu (11/7/2026).
Hasil pemetaan udara menunjukkan kebakaran telah menghanguskan lahan gambut seluas sekitar tujuh hektare. Asap tebal masih terlihat membumbung dari sejumlah titik sehingga proses pemadaman terus dilakukan secara intensif.
Dari pantauan Taktiknews.com, operasi penanganan kebakaran melibatkan tim gabungan yang telah lebih dahulu berada di lokasi. Upaya pemadaman dari darat diperkuat dengan bantuan helikopter water bombing yang menjatuhkan ribuan liter air untuk menekan penyebaran api.
Memasuki Sabtu (11/7/2026), fokus operasi diarahkan pada proses pendinginan serta pemadaman bara api yang masih tersisa di dalam lapisan gambut. Petugas menyisir area terbakar guna memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.
Ferdian mengungkapkan salah satu kendala terbesar yang dihadapi tim di lapangan adalah minimnya jaringan komunikasi karena lokasi kebakaran berada di kawasan yang sulit dijangkau.
“Minimnya ketersediaan sinyal seluler menjadi kendala utama dalam pengiriman laporan dari lapangan secara cepat. Meski demikian, keterbatasan jaringan komunikasi sama sekali tidak mengurangi fokus dan ketangguhan tim di lapangan dalam menjalankan operasi penanganan kebakaran. Seluruh hasil pemetaan kemarin menjadi acuan untuk pelaksanaan pemadaman yang kami lanjutkan secara lebih intensif hari ini,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, tim Manggala Agni masih bertahan di lokasi kebakaran untuk memastikan seluruh titik api berhasil dipadamkan dan tidak meluas ke kawasan lain.














