PEKANBARU – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan komitmennya meningkatkan kepatuhan aparatur sipil negara (ASN) terhadap kewajiban pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan pajak. Bahkan, pemerintah daerah tengah mengkaji sanksi administratif berupa penahanan gaji bagi ASN yang tidak patuh.
Pernyataan tersebut disampaikan SF Hariyanto saat memimpin apel pagi yang dirangkai dengan halal bihalal Idulfitri 1447 Hijriah di halaman Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Senin (30/3/2026).
Dalam arahannya, SF Hariyanto mengungkapkan masih terdapat ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau yang belum memenuhi kewajiban pelaporan LHKPN maupun pajak. Temuan itu diperoleh berdasarkan laporan yang disampaikan Inspektorat.
Menurutnya, kepatuhan terhadap kewajiban administrasi tersebut merupakan bagian penting dari integritas aparatur dan upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan serta akuntabel.
“Saya minta seluruh ASN patuh. Ini soal ketaatan. Jika saat ini belum ada sanksi, ke depan akan kita siapkan,” tegasnya.
Sebagai langkah penegakan disiplin, Pemprov Riau sedang merumuskan mekanisme pemberian sanksi administratif bagi ASN yang mengabaikan kewajiban pelaporan. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah penahanan pembayaran gaji hingga kewajiban tersebut dipenuhi.
SF Hariyanto menargetkan tingkat kepatuhan ASN terhadap pelaporan LHKPN dan pajak dapat mencapai 100 persen. Menurutnya, target tersebut penting untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap kinerja birokrasi.
Selain menyoroti kepatuhan administrasi, ia juga mengingatkan seluruh ASN agar menjaga sikap, etika, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.
Menurut SF Hariyanto, citra pemerintah tidak hanya ditentukan oleh program yang dijalankan, tetapi juga oleh kedisiplinan dan perilaku aparatur dalam keseharian.
Momentum halal bihalal pasca-Lebaran turut dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antarpegawai dan memperkuat semangat kerja setelah masa libur Idulfitri yang sebelumnya disertai penerapan pola kerja work from anywhere (WFA).
Menutup arahannya, SF Hariyanto mengajak seluruh ASN menjaga kesehatan, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat budaya disiplin guna menghadirkan pelayanan publik yang lebih optimal bagi masyarakat.***















