Banner Website
BisnisEkonomi & Bisnis

Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Ubah Nasib Ibu-Ibu di Aceh dan Sumut

2
×

Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Ubah Nasib Ibu-Ibu di Aceh dan Sumut

Sebarkan artikel ini
Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Ubah Nasib Ibu-Ibu di Aceh dan Sumut

Taktiknews.com, Aceh Timur – Pemberdayaan ekonomi perempuan mulai mengubah kehidupan banyak ibu rumah tangga di Aceh dan Sumatera Utara. Melalui program pendampingan sektor pertanian dan UMKM, perempuan yang sebelumnya hidup dalam keterbatasan kini mampu menjadi penggerak ekonomi keluarga.

Salah satunya dialami Nurhasanah, warga Gampong Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, Kamis (23/4/2026). Di tengah usianya yang tidak lagi muda, ia tetap bekerja di kebun kakao setiap hari demi memenuhi kebutuhan keluarga.

“Dulu kami belum tahu cara menanam yang benar. Hasil panen tidak menentu dan kualitasnya rendah,” ujarnya.

Perubahan terjadi setelah Nurhasanah bergabung dalam Program Kelompok Tani Kepala Rumah Tangga yang diinisiasi Pertamina Hulu Energi melalui PHE North Sumatera Offshore. Bersama 18 perempuan lainnya dalam kelompok “Inong Balee”, ia mendapatkan pelatihan budidaya kakao melalui metode sekolah lapang.

Program tersebut mengajarkan teknik peremajaan tanaman hingga standar panen berkualitas. Hasilnya, produktivitas kebun meningkat signifikan. Jika sebelumnya satu pohon hanya menghasilkan sekitar satu kilogram kakao, kini naik menjadi tiga hingga lima kilogram per pohon.

Tak hanya meningkatkan hasil panen, program itu juga merestorasi empat hektare lahan kritis, menanam 600 bibit baru, serta meremajakan lebih dari 1.700 pohon kakao.

Bagi Nurhasanah, program tersebut menjadi titik balik dalam hidupnya setelah kehilangan suami akibat konflik bersenjata. Ia mengaku pernah bekerja serabutan demi membesarkan anaknya.

“Saya dulu jadi buruh tani, bahkan pernah memanggul batu ke truk di sungai. Yang penting anak bisa makan,” tuturnya.

Perubahan serupa juga terjadi di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Sabariah bersama kelompok UMKM “Maju Bersama” berhasil mengolah ikan baronang yang sebelumnya dianggap pakan ternak menjadi produk makanan bernilai jual.

Melalui pendampingan PT Pertamina EP Pangkalan Susu Field yang merupakan bagian dari Pertamina Hulu Rokan Zona 1, kelompok tersebut dilatih mengembangkan produk camilan bergizi hingga makanan tambahan untuk balita.

“Program ini membantu kami punya penghasilan dan keterampilan baru,” kata Sabariah.

Inovasi tersebut turut mendukung upaya pencegahan stunting di daerah setempat. Saat ini, usaha mereka mampu menghasilkan omzet hingga Rp6 juta per bulan dari penjualan sekitar 400 kemasan produk dengan harga Rp15 ribu per kemasan.

Manager Community Involvement and Development Pertamina Hulu Rokan Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan program pemberdayaan dirancang agar masyarakat memiliki kemandirian ekonomi jangka panjang.

“Dengan peningkatan ekonomi, diharapkan dapat memberikan perubahan bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Kisah Nurhasanah dan Sabariah menjadi bukti bahwa akses pelatihan dan peluang usaha mampu mendorong perempuan desa menjadi penggerak ekonomi keluarga sekaligus membawa perubahan di lingkungan mereka.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *