Banner Website
Nasional

Hari Lahir Pancasila 2026, Menaker Ajak Generasi Muda Jadikan Pancasila Pedoman Hidup

13
×

Hari Lahir Pancasila 2026, Menaker Ajak Generasi Muda Jadikan Pancasila Pedoman Hidup

Sebarkan artikel ini
Hari Lahir Pancasila 2026, Menaker Ajak Generasi Muda Jadikan Pancasila Pedoman Hidup
Menaker Yassierli saat memimpin upacara Hari Lahir Pancasila bertema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia" di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan RI, Jakarta, Senin (1/6/2026). Taktiknews/Biro Humas Kemnaker

Taktiknews.com, Jakarta – Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat implementasi nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika global yang terus berkembang. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengajak generasi muda menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ajakan tersebut disampaikan Yassierli saat memimpin upacara Hari Lahir Pancasila bertema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan RI, Jakarta, Senin (1/6/2026).

Menurut Yassierli, Pancasila tidak boleh hanya dipahami sebagai simbol negara atau materi pelajaran semata, melainkan harus menjadi ideologi yang hidup dan membimbing perilaku masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan.

“Nilai-nilai luhur Pancasila tidak boleh hanya menjadi hiasan dinding kantor atau sekadar teks di buku sejarah, melainkan harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Yassierli.

Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan pesan khusus kepada seluruh jajaran Kemnaker agar menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dalam merumuskan dan menjalankan kebijakan publik.

“Saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan,” tegasnya.

Yassierli menilai tantangan kebangsaan saat ini tidak hanya datang dari persoalan ekonomi dan teknologi, tetapi juga ancaman terhadap persatuan bangsa. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diminta terus menjaga toleransi dan menolak segala bentuk radikalisme.

“Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita,” lanjutnya.

Ia menegaskan, peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai dasar bangsa tetap relevan dan menjadi pegangan dalam menghadapi perubahan zaman.

Tema Hari Lahir Pancasila tahun ini, lanjut Yassierli, menunjukkan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak hanya penting bagi Indonesia yang memiliki keberagaman suku, budaya, dan agama, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi terciptanya perdamaian dunia.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Pancasila juga menjadi jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” ujarnya.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, pemerintah berharap generasi muda semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi dalam menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan membangun masa depan Indonesia yang lebih maju.***

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *