Banner Website
Nasional

Menaker Bawa Isu Perlindungan Pekerja Indonesia ke Forum Perburuhan Dunia di Jenewa

8
×

Menaker Bawa Isu Perlindungan Pekerja Indonesia ke Forum Perburuhan Dunia di Jenewa

Sebarkan artikel ini
Menaker Hadiri ILC 2026 di Jenewa
Menaker Yassierli memimpin delegasi Indonesia pada ILC 2026 di Jenewa dengan membawa isu perlindungan pekerja dan penciptaan lapangan kerja. (TN/Y)

Taktiknews.com, Janewa – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memimpin delegasi Indonesia dalam Konferensi Perburuhan Internasional atau International Labour Conference (ILC) ke-114 yang digelar di Jenewa, Swiss.

Dalam forum tahunan yang diselenggarakan oleh International Labour Organization (ILO) tersebut, Indonesia membawa sejumlah isu strategis ketenagakerjaan nasional di tengah perubahan dunia kerja global yang semakin dinamis.

Menaker Yassierli menegaskan kehadiran Indonesia dalam ILC 2026 merupakan bagian dari upaya memperkuat perlindungan pekerja, menjaga keberlangsungan usaha, serta memastikan penciptaan lapangan kerja tetap berjalan di tengah berbagai tantangan ekonomi global.

“Indonesia hadir untuk membawa suara ketenagakerjaan nasional. Perubahan dunia kerja harus kita kelola agar pekerja tetap terlindungi, kesempatan kerja semakin terbuka, dunia usaha tetap berjalan, dan investasi tetap terjaga,” ujar Yassierli, Minggu (7/6/2026).

Menurutnya, forum ILC memiliki peran penting karena membahas berbagai isu yang berkaitan langsung dengan masa depan dunia kerja, mulai dari perlindungan pekerja, peluang kerja, kesetaraan gender, hak-hak pekerja platform digital hingga keberlangsungan dunia usaha sebagai pencipta lapangan kerja.

Tema ILC ke-114 tahun ini mengangkat “Navigating Change Through Inclusive Social Dialogue” yang menekankan pentingnya dialog sosial yang inklusif, representatif, dan berorientasi pada hasil guna menghadapi perubahan dunia kerja secara adil dan berkelanjutan.

Yassierli menilai pendekatan tersebut sangat relevan bagi Indonesia yang saat ini menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan, termasuk digitalisasi, pertumbuhan ekonomi platform, dinamika hubungan industrial, hingga tekanan global terhadap pasar tenaga kerja.

“Dalam situasi global yang penuh tantangan, dialog sosial menjadi kunci. Pekerja, pengusaha, dan pemerintah harus terus membangun komunikasi yang konstruktif agar hubungan industrial tetap kondusif dan keberlangsungan usaha tetap terjaga,” katanya.

Dalam forum tersebut, Indonesia akan memberikan perhatian pada sejumlah isu prioritas, di antaranya perlindungan hak pekerja platform digital, penguatan kesetaraan gender dan perlindungan pekerja perempuan, penguatan dialog sosial tripartit, serta dukungan terhadap peningkatan partisipasi Palestina dalam forum ILO.

Sementara itu, Kepala Biro Kerja Sama Kementerian Ketenagakerjaan M. Arif Hidayat mengatakan Menaker dijadwalkan menyampaikan Pernyataan Nasional (National Statement) pada Sidang Pleno ILC ke-114 dan menghadiri pertemuan Menteri Ketenagakerjaan Asia Pasifik atau Asia Pacific Group (ASPAG) Labour Ministers’ Meeting.

Selain itu, Indonesia juga akan menyerahkan instrumen asli ratifikasi Konvensi ILO Nomor 188 tentang Pekerjaan dalam Sektor Penangkapan Ikan kepada Direktur Jenderal ILO sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat perlindungan pekerja sektor perikanan.

ILC merupakan forum tertinggi ILO yang mempertemukan unsur pemerintah, pekerja, dan pengusaha dari berbagai negara. Melalui keikutsertaan dalam forum tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam mendorong terwujudnya dunia kerja yang adil, inklusif, produktif, dan berkelanjutan.***

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *