Taktiknews.com, Siak – Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir memicu luapan air di Kampung Mengkapan, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak. Kondisi tersebut membuat warga waswas karena genangan air mulai merendam jalan utama hingga kawasan pemukiman, Selasa (17/12/2025).
Pantauan TaktikNews.com di lapangan menunjukkan genangan air menutup ruas Jalan Simpang Doral. Ketinggian air diperkirakan mencapai sekitar 50 sentimeter atau setara lutut orang dewasa. Situasi ini dinilai berbahaya bagi pengendara roda dua karena air hampir mencapai bagian mesin sepeda motor.
Luapan air berasal dari kanal Simpang Doral yang bermuara ke Sungai Mengkapan. Tingginya debit air disertai arus yang cukup deras menyebabkan air meluas ke beberapa titik pemukiman warga. Tak hanya itu, Jalan Meranti yang menjadi akses utama menuju area perkebunan masyarakat turut terendam sehingga aktivitas ekonomi warga terganggu.
Tokoh masyarakat Kampung Mengkapan, Junaidi, menyebutkan bahwa banjir yang berulang erat kaitannya dengan kondisi Sungai Mengkapan yang mengalami pendangkalan cukup parah.
“Seingat saya, terakhir kali dilakukan pencucian sungai itu sekitar 20 tahun lalu, pada masa kepemimpinan Bupati Erwin. Sejak beberapa tahun terakhir kami sudah mengusulkan normalisasi, namun sampai sekarang belum juga terealisasi,” ujar Junaidi.
Ia menambahkan, pendangkalan sungai menyebabkan air mudah meluap saat hujan deras. Dampaknya, banyak lahan perkebunan dan rumah warga terendam, yang secara langsung mempengaruhi perekonomian masyarakat setempat.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Siak, Alfitra, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi III dan merupakan putra daerah Mengkapan, menjelaskan bahwa pihaknya telah berupaya mendorong penanganan Sungai Mengkapan melalui berbagai koordinasi.
“Kami sudah berkomunikasi dengan Dinas PUPR Siak terkait penggunaan alat amfibi. Selain itu, Komisi III juga telah mengajukan permohonan ke BWSS Provinsi Riau, namun realisasinya masih menunggu hingga tahun 2026,” jelas Alfitra.
Menurutnya, penggunaan alat amfibi memerlukan anggaran yang cukup besar. Di sisi lain, Dinas PUPR Siak saat ini masih melengkapi persyaratan lingkungan karena Sungai Mengkapan termasuk kategori sungai alam yang penanganannya harus mengikuti ketentuan khusus.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat segera mengambil langkah konkret agar banjir tidak terus berulang dan mengganggu kehidupan masyarakat Kampung Mengkapan.***














