Banner Website
Nasional

Menaker Usulkan Tambahan 150 Ribu Kuota Magang Nasional 2026, Fokus Serap Lulusan Baru

24
×

Menaker Usulkan Tambahan 150 Ribu Kuota Magang Nasional 2026, Fokus Serap Lulusan Baru

Sebarkan artikel ini
Menaker Usulkan Tambahan 150 Ribu Kuota Magang Nasional 2026
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierl,Kamis (9/4/2026). /Taktiknews/Biro Humas Kemnaker

Taktiknews.com, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan mengusulkan penambahan 150 ribu kuota peserta dalam Program Magang Nasional (MagangHub) tahun 2026 guna memperluas kesempatan kerja, khususnya bagi lulusan baru.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyampaikan bahwa tingginya minat masyarakat terhadap program magang menjadi alasan utama pengajuan tambahan kuota tersebut. Program ini dinilai mampu menjembatani kebutuhan industri dengan tenaga kerja yang siap pakai.

“Program Magang Nasional saat ini masih dalam tahap pengusulan anggaran. Dengan dukungan dari Kementerian Keuangan dan Kemenko Bidang Perekonomian, kami berharap program ini bisa dilaksanakan sehingga harapan para calon peserta magang untuk memperoleh kesempatan ikut program ini dapat terwujud,” ujar Yassierli usai Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Ia menegaskan, pelaksanaan program magang ke depan tidak boleh hanya terpusat di kota besar seperti Jakarta. Pemerataan menjadi prinsip utama agar manfaat program dapat dirasakan hingga ke berbagai daerah di Indonesia.

“Dalam pelaksanaannya nanti, Kemnaker berkomitmen menjunjung prinsip pemerataan. Daerah dengan tingkat pengangguran yang tinggi diharapkan dapat memperoleh proporsi kuota magang yang lebih besar,” katanya.

Penambahan kuota ini dianggap penting untuk menjawab persoalan klasik lulusan baru yang kesulitan mendapatkan pekerjaan karena minim pengalaman. Di sisi lain, dunia industri juga membutuhkan tenaga kerja yang sudah memiliki keterampilan dasar sesuai kebutuhan lapangan.

Program Magang Nasional 2026 juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menekan angka pengangguran terbuka. Fokus penyaluran peserta akan diarahkan ke daerah dengan tingkat pengangguran tinggi serta sektor-sektor strategis yang membutuhkan tenaga kerja terampil.

“Kami pastikan bidang magang akan dibuat beragam, tidak terfokus pada satu sektor saja. Namun, rencana ini masih dalam proses pembahasan lanjutan dan koordinasi lintas sektoral sebelum diputuskan secara final,” ujar Yassierli.

Melalui program ini, pemerintah menargetkan peningkatan akses pengalaman kerja bagi masyarakat, memperkuat kesiapan lulusan memasuki dunia kerja, serta membangun konektivitas yang lebih erat antara dunia pendidikan dan industri.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *