Banner Website
Daerah

Update Waduk Koto Panjang: Level Air Terkendali, Spillway Belum Dibuka

48
×

Update Waduk Koto Panjang: Level Air Terkendali, Spillway Belum Dibuka

Sebarkan artikel ini
Update Waduk Koto Panjang: Level Air Terkendali, Spillway Belum Dibuka
Pengelola PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, memastikan kondisi Waduk Koto Panjang masih dalam status aman hingga Sabtu (20/12/2025) pagi./Taktiknews/Yuris

TaktikNews.com, Kampar – Pengelola PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, memastikan kondisi Waduk Koto Panjang masih dalam status aman hingga Sabtu (20/12/2025) pagi.

Hasil pemantauan pada pukul 07.00 WIB menunjukkan elevasi waduk berada di posisi 77,27 meter di atas permukaan laut (mdpl). Level tersebut masih berada jauh di bawah ambang pembukaan pintu pelimpah air atau spillway.

Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, melalui Erikmon, menyampaikan bahwa debit air yang masuk ke waduk tercatat sebesar 550,95 meter kubik per detik (m³/s). Sementara itu, debit air yang dikeluarkan melalui turbin berada di angka 185,45 m³/s.

“Dengan kondisi saat ini, operasional pembangkit masih berjalan normal dan terkendali,” ujar Erikmon kepada TaktikNews.com.

Ia menjelaskan, pada pemantauan sebelumnya di hari yang sama, elevasi waduk berada di level 77,22 mdpl, dengan debit inflow dan outflow yang relatif seimbang, masing-masing sebesar 245,13 m³/s. Fluktuasi debit tersebut disebut sebagai dampak langsung dari perubahan intensitas hujan di daerah aliran sungai sekitar waduk.

Manajemen PLTA Koto Panjang juga menegaskan bahwa pengelolaan waduk mengacu pada batas elevasi yang telah ditetapkan. Low Water Level (LWL) berada pada kisaran 73,50–80,59 mdpl, Normal Water Level (NWL) pada rentang 80,60–82,99 mdpl, dan High Water Level (HWL) ditetapkan mulai 83,00 hingga 85,00 mdpl.

Terkait mekanisme pembukaan spillway, Erikmon menyebutkan bahwa tindakan tersebut hanya akan dilakukan apabila elevasi waduk melewati 83,00 mdpl dan debit inflow mencapai atau melampaui 1.000 m³/s.

“Selain itu, pembukaan dini atau early release juga bisa dilakukan berdasarkan prediksi cuaca dari BMKG serta evaluasi kurva Rencana Tahunan Operasi Waduk (RTOW),” jelasnya.

Ia menambahkan, pembukaan spillway juga dapat dilakukan apabila pembangkit tidak dapat beroperasi akibat gangguan sistem kelistrikan atau saat elevasi waduk turun hingga 73,50 mdpl atau lebih rendah.

Sebagai langkah antisipasi, pihak PLTA Koto Panjang mengimbau masyarakat di sepanjang Sungai Kampar untuk selalu mengikuti informasi resmi dari pengelola waduk dan tidak terpancing oleh kabar yang belum terverifikasi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *