Banner Website
Peristiwa

Aksi Mahasiswa Tesso Nilo Bertahan, Tolak Relokasi dan Minta Dialog dengan Presiden

25
×

Aksi Mahasiswa Tesso Nilo Bertahan, Tolak Relokasi dan Minta Dialog dengan Presiden

Sebarkan artikel ini
Aksi Mahasiswa Tesso Nilo Bertahan
Aksi mahasiswa dan Masyarakat Tesso Nilo masih berlanjut di Jalan Cut Nyak Dien, Kota Pekanbaru, Rabu (15/4/2026). (Taktiknews/Riau Aktual)

Taktiknews.com, Pekanbaru – Aksi mahasiswa dan Masyarakat Tesso Nilo masih berlanjut di Jalan Cut Nyak Dien, Kota Pekanbaru, Rabu (15/4/2026). Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP) bertahan sambil menunggu kepastian tuntutan mereka yang menolak relokasi di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

Pantauan di lapangan menunjukkan jumlah massa terus bertambah. Hal ini ditandai dengan peningkatan jumlah tenda yang didirikan. Jika pada hari pertama hanya terdapat tiga tenda, kini jumlahnya bertambah menjadi lima tenda.

Aksi ini sebelumnya telah direspons oleh pemerintah daerah. Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Riau M Job Kurniawan menyebutkan pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Kementerian Kehutanan.

“Sudah kita upayakan dan komunikasikan dengan Kemenhut. Sudah janji akan zoom siang tadi,” kata M Job, Selasa (14/4/2026).

Namun, upaya tersebut tidak diterima oleh perwakilan massa aksi. Mereka menolak komunikasi daring tersebut karena menginginkan dialog langsung dengan Presiden RI.

“Ditolak oleh mereka. Karena maunya zoom dengan Presiden,” pungkasnya.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Riau, sekitar 10.600 hektare lahan di kawasan TNTN saat ini ditempati oleh 3.916 kepala keluarga (KK). Dari jumlah itu, relokasi yang telah terealisasi baru mencapai 633 hektare atau mencakup 227 KK.

Artinya, masih dibutuhkan sekitar 9.966 hektare lahan pengganti yang telah dipetakan. Namun, pelaksanaan relokasi tersebut membutuhkan dukungan kebijakan dari pemerintah pusat.

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan pihaknya telah menyampaikan kebutuhan lahan pengganti kepada pemerintah pusat dan siap mengawal prosesnya hingga tuntas.

“Soal lahan pengganti sudah kami sampaikan ke pusat, sudah kami surati ke pusat,” jelasnya.

Ia juga memastikan aktivitas masyarakat yang belum direlokasi tidak akan terganggu selama proses belum berjalan sepenuhnya.

“Bagi masyarakat yang belum direlokasi, masih diperbolehkan untuk memanen. Tak akan diganggu,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *