Banner Website
Peristiwa

Puting Beliung Terjang Kampar, Warung Sate Hancur dalam Hitungan Menit

24
×

Puting Beliung Terjang Kampar, Warung Sate Hancur dalam Hitungan Menit

Sebarkan artikel ini
Puting Beliung Terjang Kampar, Warung Sate Hancur dalam Hitungan Menit
Kondisi warung sate rusak parah di terjangn angin puting beliung di Dusun Simpang Kare, Desa Padang Mutung, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Senin (6/4/2026). Taktiknews/Yuris)

Taktiknews.com, Kampar – Cuaca ekstrem kembali memicu bencana di wilayah Riau. Kali ini, angin puting beliung menerjang Dusun Simpang Kare, Desa Padang Mutung, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Senin (6/4/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu unit warung sate milik warga hancur dalam waktu singkat.

Warung milik Nursyamsidar Wati (41), yang sehari-hari digunakan untuk berjualan sate, mengalami kerusakan parah setelah dihantam angin kencang yang datang secara tiba-tiba. Bangunan sederhana itu tidak mampu menahan terjangan angin yang berputar dengan kecepatan tinggi.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, angin puting beliung menyebabkan bagian atap warung yang terbuat dari seng terangkat dan beterbangan. Sementara gerobak kayu yang digunakan untuk berjualan juga terbalik akibat kuatnya hembusan angin.

“Kondisi warung tersebut usai di porak poranda karena angin puting beliung terlihat atap warung yang terbuat dari Seng dan gerobak yang terbuat dari Kayu terangkat dan terbalik akibat angin puting beliung,” jelas Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan S melalui Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursyid.

Peristiwa tersebut terjadi begitu cepat, sehingga pemilik warung tidak sempat menyelamatkan sebagian besar peralatan dagangannya. Sejumlah barang dilaporkan rusak dan tidak bisa digunakan kembali.

Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hal ini menjadi kabar baik di tengah kerusakan yang cukup parah. Warga sekitar pun langsung bergerak cepat membantu pemilik warung setelah angin mereda.

Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursyid menyampaikan bahwa pihaknya bersama masyarakat langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Personel kepolisian membantu proses pembersihan puing-puing serta memperbaiki bagian bangunan yang masih bisa diselamatkan.

Menurutnya, kejadian ini menjadi pengingat bahwa wilayah Kampar saat ini tengah berada dalam kondisi cuaca yang tidak stabil. Intensitas angin kencang yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir dinilai berpotensi memicu bencana serupa di lokasi lain.

“Kita tidak wanti-wantinya menghimbau kepada masyarakat untuk waspada dengan bencana yang sudah beberapa kali terjadi di wilayah hukum Polsek Kampar,” katanya kepada Taktiknews.com, Selasa (7/4/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat terjadi perubahan cuaca secara tiba-tiba. Warga diminta untuk segera mencari tempat aman jika melihat tanda-tanda angin kencang atau puting beliung.

Selain itu, bangunan semi permanen seperti warung atau kios diharapkan diperkuat agar mampu bertahan menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Hal ini penting untuk meminimalisir risiko kerusakan maupun korban.

Di lokasi kejadian, suasana pascabencana terlihat penuh gotong royong. Warga sekitar bersama aparat kepolisian bahu-membahu membersihkan sisa material yang berserakan, seperti seng, kayu, dan peralatan dagang yang rusak.

Upaya perbaikan darurat juga langsung dilakukan, terutama pada bagian atap yang terlepas. Hal ini bertujuan agar pemilik warung dapat segera kembali beraktivitas meskipun dengan kondisi terbatas.

Lebih lanjut, AKP Asdisyah Mursyid berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, khususnya yang dipicu oleh cuaca ekstrem.

“Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran buat kita semua dan selalu waspada mengingat cuaca ekstrem saat ini,”harap AKP Asdisyah Mursyid.

Fenomena angin puting beliung sendiri kerap terjadi saat peralihan musim, di mana kondisi atmosfer menjadi tidak stabil. Perubahan suhu yang drastis dalam waktu singkat dapat memicu terbentuknya pusaran angin yang berbahaya.

Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah wilayah di Riau dilaporkan mengalami kejadian serupa, meskipun dengan skala yang berbeda. Hal ini menandakan bahwa potensi bencana masih cukup tinggi.

Pemerintah daerah dan aparat terkait diharapkan terus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah mitigasi bencana. Edukasi yang tepat dinilai penting untuk mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *