Banner Website
Politik

Riau Dorong Layanan Kesehatan Preventif, Kunjungan Capai 1,27 Juta

7
×

Riau Dorong Layanan Kesehatan Preventif, Kunjungan Capai 1,27 Juta

Sebarkan artikel ini
Riau Dorong Layanan Kesehatan Preventif
Upaya memperkuat layanan kesehatan preventif di Riau menjadi sorotan dalam kunjungan kerja Komisi IX DPR RI di Kantor Gubernur Riau, Rabu (22/04/2026). Taktiknews/Y

Taktiknews.com, Pekanbaru – Upaya memperkuat layanan kesehatan preventif di Riau menjadi sorotan dalam kunjungan kerja Komisi IX DPR RI di Kantor Gubernur Riau, Rabu (22/04/2026). Pemerintah Provinsi Riau menegaskan komitmennya menggeser fokus layanan dari pengobatan ke pencegahan.

Asisten I Setdaprov Riau, Zulkifli Syukur, menyampaikan bahwa transformasi sektor kesehatan terus dilakukan sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

“Sebagai wujud nyata dari komitmen Pemprov Riau, di bidang kesehatan, kami tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi secara serius menggeser pendekatan pembangunan kesehatan ke arah pencegahan. Kami meyakini bahwa mencegah jauh lebih efektif daripada mengobati, baik dari sisi kesehatan masyarakat maupun efisiensi pembiayaan,” katanya.

Langkah tersebut diwujudkan melalui program pemeriksaan kesehatan gratis yang kini telah berjalan di seluruh wilayah Riau. Sebanyak 243 puskesmas disebut telah menjalankan program tersebut secara menyeluruh.

“Oleh karena itu, kami telah melaksanakan program pemeriksaan kesehatan gratis secara menyeluruh di Provinsi Riau. Saat ini, seluruh 243 puskesmas telah melaksanakan program pemeriksaan kesehatan gratis, yang didukung melalui kebijakan daerah, pembinaan wilayah, serta penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah,” jelasnya.

Hingga akhir 2025, program ini mencatat capaian signifikan dengan jumlah kunjungan masyarakat mencapai lebih dari 1,27 juta.

“Secara capaian, hingga akhir tahun 2025 jumlah kunjungan telah mencapai 1.276.987 kunjungan dari total sasaran 6.811.158 penduduk, atau sekitar 18,75 persen. Ini menunjukkan bahwa program telah berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Meski menunjukkan tren positif, pemerintah daerah mengakui masih menghadapi sejumlah kendala teknis di lapangan. Di antaranya keterbatasan sistem aplikasi, ketersediaan bahan medis, hingga kondisi geografis yang beragam.

“Namun, percepatan pelaksanaan masih perlu terus dilakukan mengingat masih terdapat tantangan. Seperti keterbatasan sistem aplikasi, ketersediaan bahan medis, serta kondisi geografis wilayah yang cukup beragam,” tambahnya.

Selain itu, cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Riau kini telah mencapai sekitar 93 persen dari total penduduk. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad juga berperan sebagai rujukan utama dengan kapasitas 497 tempat tidur.

“Untuk cakupan kepesertaan program jaminan kesehatan nasional telah mencapai sekitar 93 persen penduduk. Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad sebagai rumah sakit rujukan utama saat ini memiliki 497 tempat tidur, dengan 209 tempat tidur diperuntukkan bagi masyarakat umum,” paparnya.

Namun demikian, persoalan klasik di sektor kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah, terutama terkait keterbatasan tenaga dokter spesialis dan pemerataan layanan.

“Namun, kami masih menghadapi keterbatasan tenaga dokter spesialis dan distribusi layanan yang belum merata. Sehingga kami terus mendorong peningkatan kapasitas rumah sakit daerah, khususnya rumah sakit tipe D agar dapat meningkat menjadi tipe C, melalui penguatan sarana, prasarana, serta pengembangan sumber daya manusia,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *