Banner Website
Politik

DPRD Desak Penanganan Banjir Pekanbaru Berbasis Jangka Panjang, Usul Drainase Raksasa dan Kolam Retensi

23
×

DPRD Desak Penanganan Banjir Pekanbaru Berbasis Jangka Panjang, Usul Drainase Raksasa dan Kolam Retensi

Sebarkan artikel ini
DPRD Desak Penanganan Banjir Pekanbaru Berbasis Jangka Panjang
Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri. (TN/IST)

Taktiknews.com, Pekanbaru – Banjir Pekanbaru kembali menjadi sorotan setelah sejumlah ruas jalan tergenang saat hujan dengan intensitas tinggi. Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri, meminta pemerintah daerah menyusun strategi penanganan banjir berbasis perencanaan jangka panjang agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Dari pantauan Taktiknews.com, Selasa (28/7/2026), salah satu titik yang mengalami genangan cukup parah berada di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan RS Awal Bros. Arus air yang deras dinilai membahayakan pengendara, khususnya sepeda motor yang melintas.

Menurut Azwendi, penanganan banjir tidak lagi cukup dilakukan secara bertahap atau hanya menyasar lokasi tertentu. Seiring perkembangan Kota Pekanbaru yang semakin pesat, pemerintah perlu menyusun sistem pengendalian banjir secara menyeluruh.

“Pertumbuhan Kota Pekanbaru saat ini tentu jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Karena itu, penataan kota harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan sanitasi, drainase, parit, hingga saluran air di kawasan permukiman maupun jalan-jalan utama,” kata Azwendi, Selasa (28/7/2026).

Politisi Partai Demokrat itu menilai, pembenahan drainase harus menjadi bagian dari pembangunan kota agar mampu mengimbangi pertumbuhan kawasan permukiman maupun pusat aktivitas masyarakat.

Di sisi lain, ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Pekanbaru yang mulai menunjukkan hasil dalam mengurangi genangan di beberapa lokasi. Salah satunya pembenahan drainase di kawasan depan Pasar Buah.

“Kita melihat ada beberapa titik yang sudah diperbaiki dan hasilnya cukup baik. Ini menunjukkan bahwa jika dikerjakan dengan serius, persoalan banjir bisa diminimalisir,” terangnya.

Azwendi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Riau yang dinilai aktif membantu penanganan banjir di sejumlah ruas jalan utama di Kota Pekanbaru.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Riau yang begitu serius membantu penanganan banjir,” ucapnya.

Kepada Taktiknews.com, Azwendi menegaskan bahwa penanganan darurat saat hujan deras memang tetap diperlukan. Namun, solusi permanen harus menjadi fokus utama karena banjir tidak hanya terjadi di jalan protokol, tetapi juga meluas ke kawasan permukiman.

Ia mengingatkan masyarakat agar turut mendukung upaya pemerintah dengan tidak mempersempit saluran drainase yang sudah tersedia.

“Parit-parit besar di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman maupun jalan protokol lainnya jangan dipersempit. Saluran yang sudah besar harus diteruskan hingga terhubung ke anak sungai agar aliran air menjadi lancar,” paparnya.

Sebagai solusi jangka panjang, Azwendi mengusulkan pembangunan drainase berkapasitas besar di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman yang terhubung langsung ke sungai-sungai utama. Menurutnya, infrastruktur tersebut dapat menjadi investasi penting dalam mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

Selain itu, ia juga mendorong pembangunan kolam retensi atau waduk penampungan sementara di sejumlah titik strategis agar debit air hujan tidak langsung melimpas ke badan jalan maupun kawasan permukiman.

“Kalau memang dibutuhkan, buat kolam retensi. Air ditampung sementara sebelum dialirkan ke sungai sehingga tidak langsung melimpah ke jalan maupun permukiman,” paparnya.

Tak hanya fokus pada drainase, Azwendi juga mengusulkan agar pembangunan saluran air ke depan mengakomodasi sistem utilitas bawah tanah atau ducting untuk jaringan kabel. Langkah tersebut dinilai akan menciptakan tata kota yang lebih tertata sekaligus meningkatkan fungsi infrastruktur.

Ia mengingatkan bahwa tanpa perencanaan yang matang sejak sekarang, persoalan banjir di Pekanbaru berpotensi semakin berat dalam beberapa tahun mendatang.

“Lima tahun ke depan kondisi ini bisa lebih parah, apalagi sepuluh tahun mendatang jika tidak kita siapkan dari sekarang. Karena itu, dibutuhkan keberanian pemerintah untuk menyusun perencanaan yang matang dan dukungan penuh dari masyarakat agar program penanggulangan banjir bisa berjalan dengan baik,” tutupnya.***

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *