TAKTIKNEWS.COM – Pimpinan DPRD Provinsi Riau secara resmi mengumumkan perombakan susunan kepengurusan Fraksi Golkar DPRD Riau dalam Rapat Paripurna yang berlangsung pada Senin (7/9/2026). Perubahan struktur ini menetapkan Imustiar sebagai Ketua Fraksi menggantikan posisi Nalladia Ayu Rokan.
Pengumuman pergeseran kursi kepemimpinan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Ketua DPRD Riau, Budiman. Langkah ini menindaklanjuti surat resmi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Riau Nomor: B-28/DPD/Golkar-R/VIII/2026 mengenai Pergantian Ketua Fraksi.
“Berdasarkan surat tersebut, maka pada rapat paripurna hari ini, kami selaku pimpinan dewan secara resmi menyampaikan perubahan susunan kepengurusan Partai Golkar,” ujar Budiman di Gedung DPRD Riau.
Struktur anyar Fraksi Golkar kini menempatkan Imustiar di posisi pucuk, didampingi Evi Yuliana sebagai Wakil Ketua Fraksi serta Jon Ade Novelda yang dipercaya mengemban amanah Sekretaris Fraksi.
Atas nama kelembagaan, Budiman menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Nalladia Ayu Rokan atas kepemimpinan serta dedikasinya selama mengawal kinerja anggota legislatif dari partai berlogo pohon beringin tersebut.
“Kami menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Nalladia Ayu Rokan atas dedikasi, kerja keras dan pengabdian yang telah diberikan selama memimpin Fraksi Golkar,” ucap Budiman.
Menyambut nakhoda baru, pimpinan dewan berharap Imustiar beserta jajaran pengurus dapat langsung tancap gas serta meningkatkan kolaborasi lintas fraksi dalam mengawal aspirasi publik.
“Kami berharap di bawah kepemimpinan yang baru, Fraksi Golkar dapat terus meningkatkan kinerja, memperkuat sinergitas antar fraksi. Serta senantiasa mengawal aspirasi masyarakat demi kemajuan Riau,” tuturnya.
Budiman menegaskan bahwa penyegaran di tubuh fraksi merupakan mekanisme biasa untuk menjaga efektivitas kerja kelembagaan politik.
“Perubahan struktur kepemimpinan Fraksi ini merupakan hal yang lumrah dalam organisasi politik demi penyegaran dan efektivitas kerja kelembagaan,” pungkasnya.***














