Banner Website
Peristiwa

Harimau Sumatera Muncul di Sungai Apit Siak, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

52
×

Harimau Sumatera Muncul di Sungai Apit Siak, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Sebarkan artikel ini
Harimau Sumatera Muncul di Sungai Apit Siak, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Harimau Sumatera Muncul di Sungai Apit Siak. (TN/Ho-Mc)

Taktiknews.com, Siak – Kemunculan Harimau Sumatera di kawasan perkebunan sawit Kabupaten Siak memicu kekhawatiran warga. Seorang warga bernama Zulfikar mengaku berhadapan langsung dengan satwa dilindungi tersebut di Dusun 04, Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, pada Kamis malam (8/1/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Peristiwa itu segera ditindaklanjuti oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dengan menerjunkan tim ke lokasi guna memastikan kebenaran informasi sekaligus meredam kabar simpang siur yang sempat beredar di masyarakat.

Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, menyampaikan hasil pengecekan lapangan pada Jumat (9/1/2026) menemukan jejak kaki Harimau Sumatera di area perkebunan sawit Koperasi Tinera Jaya.

“Jejak yang ditemukan berukuran sekitar 12 sentimeter dan berada di koordinat 1,047200 Lintang Utara dan 102,155600 Bujur Timur,” ujar Ujang dalam keterangan tertulis yang diterima Taktiknews.com, Sabtu (10/1/2026).

Temuan tersebut menguatkan pengakuan saksi sekaligus menegaskan bahwa harimau memang melintas di kawasan yang dekat dengan aktivitas warga.

Berdasarkan hasil klarifikasi, Ujang menjelaskan bahwa saat kejadian, Zulfikar tengah menyusul dua rekannya yang lebih dulu memancing di sekitar perkebunan sawit.

Dalam perjalanan, ia merasa ada sorot mata yang mengawasinya dari kejauhan.

“Awalnya saksi mengira itu sorot mata sapi,” kata Ujang.

Namun setelah disorot menggunakan senter, Zulfikar melihat seekor Harimau Sumatera berada sekitar empat meter dari posisinya, terpisah oleh parit antara jalan dan area kebun. Menyadari bahaya, Zulfikar segera menjauh dan menyelamatkan diri ke sebuah pondok pekerja koperasi.

Di lokasi aman tersebut, ia langsung memperingatkan dua rekannya agar menghentikan aktivitas dan berlindung.

BBKSDA Riau menegaskan bahwa tidak terjadi serangan terhadap warga, sekaligus meluruskan informasi keliru yang sempat berkembang.

“Tidak benar ada warga yang diterkam harimau. Yang terjadi adalah perjumpaan langsung antara manusia dan Harimau Sumatera,” tegas Ujang.

Ia juga membantah isu terkait sapi yang disebut berada di lokasi kejadian. Menurutnya, hewan ternak tidak berada di area perjumpaan saat insiden berlangsung.

Dari hasil penelusuran lanjutan, tim menemukan jejak harimau yang mengarah ke kawasan Hutan Produksi (HP) dengan jarak sekitar empat kilometer dari titik awal perjumpaan.

“Berdasarkan pola jejak, diperkirakan hanya satu ekor harimau yang melintas di wilayah tersebut,” jelas Ujang.

Sebagai langkah pencegahan konflik manusia dan satwa liar, BBKSDA Riau bersama pemerintah desa setempat melakukan sosialisasi dan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan.

Warga diminta, tidak beraktivitas sendirian, mengutamakan kegiatan secara berkelompok, serta menghindari aktivitas pada pagi, sore, dan malam hari yang merupakan waktu aktif Harimau Sumatera.

BBKSDA Riau juga memastikan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi potensi konflik lanjutan.

“Jika masyarakat melihat tanda-tanda keberadaan satwa liar, segera laporkan ke BBKSDA Riau atau aparat setempat seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” pungkas Ujang.***

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *