Riau

TNI AU dan TUDM Amankan Ruang Udara dan Perairan Selat Malaka

30
×

TNI AU dan TUDM Amankan Ruang Udara dan Perairan Selat Malaka

Sebarkan artikel ini
Teks foto; Pesawat tempur F-16 dari Skadron Udara 16 Wing Udara 6 Lanud Roesmin Nurjadin sebagai perwakilan dari TNI AU, bertemu dengan dua F-18 Hornet milik Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) sebelum melanjutkan patroli bersama di wilayah perairan Selat Malaka

Pekanbaru, Taktiknews.com – Dalam rangka menjaga keamanan ruang udara dan perairan Selat Malaka, TNI Angkatan Udara (TNI AU) dengan callsign “Rydder” dan Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) dengan callsign “Angkasa Flight” melaksanakan Patroli Terkoordinasi (Patkor Malindo Siri I/2024) pada hari Rabu (22/5/2024).

Program ini, merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh kedua Angkatan Udara, Indonesia dan Malaysia. Pada kesempatan ini, Indonesia melibatkan pesawat tempur F-16 dari Skadron Udara 16 Wing Udara 6 Lanud Roesmin Nurjadin sebagai perwakilan dari TNI AU, dengan mengerahkan dua jet tempur F-16 C/D.

Dua F-16 yang diawaki oleh Lettu Pnb Galih Rakasiwi dan Lettu Pnb Ghazi Umar Marzuq lepas landas dari Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru. Setelah itu, mereka bertemu dengan dua F-18 Hornet milik TUDM sebelum melanjutkan patroli bersama di wilayah perairan Selat Malaka.

Kegiatan ini merupakan komitmen bersama untuk menciptakan kondisi yang aman dan kondusif serta menekan pelanggaran hukum di wilayah perairan dan ruang udara di perbatasan kedua negara. Hal ini secara tidak langsung akan meningkatkan laju perekonomian kedua negara mengingat posisi Selat Malaka yang begitu strategis sebagai wilayah perlintasan kapal-kapal Internasional.

Komandan Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin Marsma TNI Feri Yunaldi S.E., M.Han, mengatakan bahwa kerja sama antara Indonesia dan Malaysia ini bertujuan untuk menjaga ruang udara dan perairan Selat Malaka serta menciptakan keamanan dan stabilitas kedua negara. “Meningkatkan komitmen hubungan bilateral sangat penting, mengingat posisi Selat Malaka sebagai salah satu jalur perairan terpadat di dunia yang harus dijaga dengan ekstra demi kelancaran perekonomian,” ujarnya.

Kegiatan Patkor Malindo yang selama ini dilaksanakan selalu mampu mencapai sasaran operasi yakni menjamin keamanan di Selat Malaka

serta menunjukkan tekad kedua negara untuk terus bekerja sama dalam menjaga keamanan kawasan, yang pada akhirnya akan mendukung pertumbuhan ekonomi dan stabilitas regional.**(Rls).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *