Taktiknews.com, Pekanbaru– Memasuki H+4 Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, arus balik di Provinsi Riau menunjukkan peningkatan signifikan.
Lonjakan volume kendaraan mulai terlihat sejak Selasa (25/3/2026), terutama di sejumlah jalur utama yang menjadi penghubung antarprovinsi.
Meski terjadi kenaikan arus lalu lintas, kondisi di lapangan secara umum masih terpantau lancar dan terkendali.
Peningkatan mobilitas masyarakat ini menjadi salah satu indikator bahwa masa puncak arus balik tengah berlangsung.
Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai pintu masuk utama ke wilayah Riau, jumlah kendaraan yang masuk tercatat mengalami kenaikan sekitar 3,7 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Kendaraan yang melintas didominasi oleh roda empat dengan jumlah mencapai 169.307 unit. Sementara itu, kendaraan roda dua tercatat sebanyak 7.828 unit.
Angka tersebut menunjukkan tingginya aktivitas masyarakat yang kembali ke kota setelah merayakan Idul Fitri di kampung halaman.
Sejumlah jalur strategis di Riau menjadi titik utama peningkatan arus kendaraan. Di antaranya adalah Jalan Lintas Timur yang dikenal sebagai jalur vital penghubung antarwilayah di Sumatera.
Selain itu, Jalan Lintas Tengah yang menghubungkan Kuantan Singingi dengan Sumatera Barat, serta Jalan Lintas Barat dari Kampar menuju Sumatera Barat juga mengalami lonjakan volume kendaraan.
Tak hanya itu, Jalan Lintas Utara yang menjadi akses penghubung antara Riau dan Sumatera Utara turut dipadati kendaraan.
Peningkatan arus juga terpantau di dua gerbang tol utama, yakni Tol Batin Salopan dan Tol XIII Koto Kampar yang menjadi jalur favorit pengguna jalan untuk mempercepat waktu tempuh.
Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, menyampaikan bahwa kondisi ini sudah diprediksi sebelumnya sebagai bagian dari puncak arus balik Lebaran.
Meski volume kendaraan meningkat, pihak kepolisian memastikan situasi masih dalam kondisi aman dan terkendali.
โMemang terjadi peningkatan kendaraan yang masuk ke wilayah Riau pada H+4 ini. Namun, secara keseluruhan arus lalu lintas masih berjalan lancar tanpa hambatan berarti,โ ujarnya kepada Taktiknews.com.
Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi potensi kemacetan, terutama di titik-titik rawan yang kerap menjadi pusat kepadatan kendaraan.
Penempatan personel di lapangan dilakukan secara maksimal guna memastikan kelancaran arus lalu lintas.
โKami sudah memetakan lokasi-lokasi rawan macet dan menempatkan petugas di sana. Selain itu, kami juga melakukan pengaturan lalu lintas secara situasional agar tidak terjadi penumpukan kendaraan,โ tambahnya.
Dalam rangka pengamanan arus balik ini, aparat gabungan yang tergabung dalam Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 terus disiagakan.
Tim pengurai kemacetan atau Raicet juga dikerahkan untuk melakukan patroli secara mobile di jalur-jalur yang berpotensi mengalami kepadatan.
Tidak hanya itu, jajaran Satuan Lalu Lintas di tingkat Polres se-Riau turut berperan aktif melalui patroli bersinggungan.
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat respon terhadap potensi gangguan lalu lintas sekaligus memastikan pengguna jalan dapat berkendara dengan aman dan nyaman.
Selain fokus pada pengamanan lalu lintas, pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan arus balik.
Kondisi fisik pengemudi serta kelayakan kendaraan menjadi faktor penting dalam mencegah kecelakaan.
โKami mengimbau masyarakat untuk memastikan kendaraan dalam kondisi baik sebelum berangkat. Jangan memaksakan diri jika lelah, dan selalu patuhi rambu-rambu serta arahan petugas di lapangan,โ tegas Jeki.
Ia juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif pengguna jalan dalam menjaga ketertiban berlalu lintas.
Menurutnya, kelancaran arus balik tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga pada kedisiplinan masyarakat itu sendiri.
Dengan berbagai langkah antisipatif yang telah dilakukan, diharapkan arus balik Lebaran tahun ini di Riau dapat berjalan dengan aman, lancar, dan minim kecelakaan.
Pemerintah dan aparat keamanan pun terus berupaya memberikan pelayanan terbaik demi kenyamanan masyarakat yang kembali ke aktivitas sehari-hari setelah libur panjang.***














