Banner Website
Daerah

Setahun Agung-Markarius, LAMR Pekanbaru Soroti Arah Pembangunan dan Muruah Melayu

48
×

Setahun Agung-Markarius, LAMR Pekanbaru Soroti Arah Pembangunan dan Muruah Melayu

Sebarkan artikel ini
Setahun Agung-Markarius, LAMR Pekanbaru Soroti Arah Pembangunan dan Muruah Melayu
Ketua Umum MKA LAMR Kota Pekanbaru, Datuk Seri Rizky Bagus Oka (kanan) saat berjabat tangan dan berbincang dengan Walikota Pekanbaru, Datuk Bandar Setia Amanah Agung Nugroho. Taktiknews/Yuris

Taktiknews.com, Pekanbaru – Genap satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho dan Markarius Anwar, sejak dilantik pada 20 Februari 2025 lalu, mendapat perhatian serius dari kalangan adat. Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru melalui Majelis Kerapatan Adat (MKA) menyampaikan refleksi sekaligus catatan strategis terhadap arah pembangunan ibu kota Provinsi Riau tersebut.

Isu utama yang disorot adalah keseimbangan antara percepatan pembangunan fisik, pertumbuhan ekonomi, dan penjagaan identitas budaya Melayu di tengah arus modernisasi kota.

Ketua Umum MKA LAMR Kota Pekanbaru, Rizky Bagus Oka, mengapresiasi langkah progresif pemerintah kota dalam mendorong perbaikan infrastruktur dan pembenahan tata kelola fiskal. Namun, ia mengingatkan agar pembangunan tidak mengikis nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi jati diri Pekanbaru.

โ€œModernisasi dan pembenahan kota patut diapresiasi. Tetapi setiap pembangunan harus tetap berpijak pada marwah Melayu. Kota ini bukan sekadar ruang ekonomi, melainkan juga ruang budaya,โ€ tegasnya.

Selain infrastruktur, LAMR menyoroti kebijakan penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurut MKA, geliat ekonomi kreatif harus diposisikan bukan hanya sebagai motor pertumbuhan, tetapi juga sebagai representasi budaya Riau.

Pekanbaru yang tengah diarahkan menjadi tuan rumah berbagai agenda nasional dan internasional, dinilai perlu memberikan afirmasi lebih besar kepada pelaku usaha lokal agar tidak tersisih di tengah persaingan.

โ€œUMKM adalah wajah budaya kita. Penataan pedagang di ruang publik harus mengedepankan musyawarah mufakat dan asas kekeluargaan, bukan semata pertimbangan komersial,โ€ ujar Rizky.

LAMR menekankan bahwa semangat Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah harus tetap menjadi pijakan dalam setiap kebijakan publik.

Di sisi lain, MKA LAMR Kota Pekanbaru memberikan dukungan terhadap langkah Pemko dalam menekan angka stunting. Pembangunan sumber daya manusia dinilai sebagai investasi jangka panjang yang tak kalah penting dibanding pembangunan fisik.

Dalam perspektif adat Melayu, anak merupakan amanah dan harapan masa depan. Upaya mencegah stunting dipandang sebagai bentuk tanggung jawab kolektif untuk melahirkan generasi Riau yang sehat, cerdas, dan berakhlak.

Refleksi setahun kepemimpinan Agungโ€“Markarius ini menjadi pengingat bahwa pembangunan kota tidak hanya diukur dari beton dan aspal, tetapi juga dari keberhasilan menjaga identitas dan harmoni sosial.

LAMR berharap pemerintah kota mampu terus menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan pelestarian nilai budaya, sehingga Pekanbaru tumbuh sebagai kota modern tanpa kehilangan akar Melayunya.***

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *