Banner Website
Daerah

Kuota Bedah Rumah Riau Melonjak Jadi 5.000 Unit, SF Hariyanto: Tantangan Hunian Masih Besar

13
×

Kuota Bedah Rumah Riau Melonjak Jadi 5.000 Unit, SF Hariyanto: Tantangan Hunian Masih Besar

Sebarkan artikel ini
Kuota BSPS Riau Naik Jadi 5.000 Unit pada 2026
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto. (R45/MCR)

Taktiknews.com, Pekanbaru – Pemerintah pusat meningkatkan kuota Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program bedah rumah untuk Provinsi Riau menjadi 5.000 unit pada 2026. Penambahan kuota tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan rumah tidak layak huni sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan kebutuhan perumahan di Riau masih cukup besar. Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah, baru sekitar 78,8 persen rumah tangga di Riau yang memiliki akses terhadap hunian layak.

“Kita semua memahami tantangan perumahan di Riau masih cukup besar. Data menunjukkan persentase rumah tangga di Riau yang memiliki akses terhadap hunian layak baru mencapai 78,8 persen. Artinya masih ada sekitar 21,2 persen rumah tangga yang belum memenuhi seluruh kriteria,” ujar SF Hariyanto kepada Taktiknews.com, saat kegiatan di Hotel Grand Central Pekanbaru, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, persoalan perumahan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan rumah, tetapi juga menyangkut kemampuan masyarakat memiliki rumah, kualitas bangunan, pembiayaan, hingga dukungan infrastruktur dasar seperti jalan, drainase, air bersih, dan sanitasi.

“Angka ini bukan hanya menunjukkan besarnya kebutuhan rumah, di dalamnya juga terdapat persoalan kemampuan masyarakat membeli rumah, kualitas bangunan, ketersediaan lahan, pembiayaan, serta dukungan jalan, drainase, air bersih, dan sanitasi. Inilah yang ingin kita jawab sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto terhadap program 3 juta rumah untuk masyarakat,” jelasnya.

SF Hariyanto menuturkan, program pembangunan perumahan yang digagas pemerintah pusat bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan rumah layak huni dan kawasan permukiman yang didukung infrastruktur memadai.

“Dibalik arahan Bapak Presiden, negara memperluas kesempatan masyarakat berpenghasilan rendah untuk memperoleh rumah yang layak, memperbaiki rumah tidak layak huni, serta membangun kawasan permukiman yang didukung prasarana yang benar,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, kuota BSPS untuk Provinsi Riau mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 hanya dialokasikan sebanyak 433 unit, maka pada 2026 pemerintah pusat memberikan 4.687 unit dan kembali menambah kuota hingga total mencapai 5.000 unit.

“Pada awalnya, kuota Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah untuk Provinsi Riau tahun 2025 memang ditetapkan sebanyak 433 unit. Alhamdulillah di 2026, kita dapat bantuan sebanyak 4.687 unit. Kemudian, kemarin kita mendapatkan tambahan lagi dari pemerintah pusat kira-kira dua minggu yang lalu, menjadi 5.000 unit,” terangnya.

SF Hariyanto menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) atas perhatian terhadap kebutuhan perumahan masyarakat Riau. Ia menilai tambahan kuota tersebut menjadi peluang besar untuk mempercepat penanganan rumah tidak layak huni di daerah.

“Terima kasih banyak, itu luar biasa bantuan dari Bapak Presiden melalui Bapak Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman yang telah menambah kuota, kami tidak menyangka. Jadi tanggung jawab kita di sini, sangat besar,” pungkasnya.***

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *