Taktiknews.com, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau mencatat capaian positif dalam pelaksanaan survei Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) 2026. Hingga awal Juli 2026, sebanyak 12 kabupaten/kota berhasil melampaui target minimal 700 responden yang ditetapkan pemerintah pusat.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, Boby Rachmat, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan pengisian survei di seluruh daerah hingga masa pengisian berakhir pada 17 Juli 2026.
“Alhamdulillah, hari ini kami sudah melakukan monitoring terkait pengukuran Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) 2026 ke seluruh kabupaten/kota di Riau. Hasilnya, 12 kabupaten kota sudah melebihi dari target 700 responden,” ujarnya kepada Taktiknews.com, Kamis (9/7/2026), di Riau Command Center, Pekanbaru.
Berdasarkan hasil monitoring, jumlah responden yang telah berpartisipasi hingga 8 Juli 2026 mencapai 48.654 orang. Kesbangpol Riau optimistis angka tersebut masih akan terus bertambah mengingat pengisian survei masih berlangsung beberapa hari ke depan.
“Pengukuran masih terus berjalan hingga 17 Juli, tetapi hingga hari ini totalnya sudah mencapai 48.654 responden. Saya mengapresiasi kepada kawan-kawan yang di daerah telah berkoordinasi dengan baik dan terima kasih juga kepada pihak-pihak serta masyarakat yang sudah berpartisipasi untuk mengisi survei IHaI 2026,” jelasnya.
Dari pantauan Taktiknews.com, Pemerintah Provinsi Riau terus mengintensifkan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota agar tingkat partisipasi masyarakat semakin merata. Langkah tersebut dilakukan untuk menghasilkan data yang lebih representatif sebagai dasar penyusunan kebijakan.
Menurut Boby, Indeks Harmoni Indonesia bukan sekadar pengumpulan data statistik, melainkan instrumen strategis untuk memetakan tingkat kerukunan masyarakat di setiap daerah. Hasil survei akan menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam menyusun kebijakan di bidang sosial, keberagaman, ekonomi, dan budaya.
“Karena Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) bertujuan untuk memetakan dan mengevaluasi tingkat kerukunan masyarakat di seluruh penjuru daerah. Instrumen ini sangat penting sebagai landasan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan terkait keberagaman, sosial, ekonomi, dan budaya guna mewujudkan kehidupan berbangsa yang damai,” ungkapnya.
Kesbangpol Riau memastikan pemantauan akan terus dilakukan hingga penutupan survei pada 17 Juli 2026. Pemerintah juga menargetkan jumlah responden di Riau menembus 50 ribu orang.
“Saya kira kami tetap akan lakukan terus monitoring sampai 17 Juli mendatang. Sehingga, hasil responden di 12 kabupaten/kota bisa dapat merata dan kami harap Riau dapat mencapai 50.000 responden,” terangnya kepada Taktiknews.com.
Selain menjadi acuan penyusunan kebijakan, Boby menilai hasil IHaI juga memiliki nilai strategis dalam mendukung iklim investasi daerah. Tingkat harmoni masyarakat dinilai menjadi salah satu indikator yang mencerminkan stabilitas wilayah sehingga survei perlu melibatkan responden dari berbagai latar belakang profesi.
“Selain itu, melalui IHaI ini juga nantinya akan menjadi salah satu sumber data yang dapat melihat dasar investasi suatu daerah. Dengan begitu, survei tersebut harus dapat menyentuh responden pada seluruh profesi,” pungkasnya.***














