Taktiknews.com, Dumai – Safari Ramadan 1447 H di Masjid Al Muqorrabin, Bukit Kayu Kapur, Kamis (26/2/2026), bukan sekadar agenda keagamaan. Kegiatan ini menjadi momentum perputaran dana sosial dan penguatan ekonomi masyarakat melalui berbagai program bantuan yang digelontorkan Pemerintah Provinsi Riau.
Isu utama yang mengemuka adalah peran belanja sosial pemerintah sebagai stimulus ekonomi lokal di bulan Ramadan.
Melalui program CSR Bank Riau Kepri Syariah, masjid menerima bantuan Rp30 juta untuk operasional dan pengembangan fasilitas. Dana tersebut berpotensi mendorong aktivitas ekonomi lokal, mulai dari pembelian material bangunan hingga jasa tenaga kerja.
Selain itu, paket santunan Idul Fitri senilai total Rp20 juta disalurkan kepada 40 penerima manfaat. Bantuan ini diperkirakan akan meningkatkan daya beli masyarakat menjelang Lebaran.
Program Kado Dai Riau (KADIR) sebesar Rp10 juta untuk 10 dai juga menjadi bentuk dukungan terhadap penggerak ekonomi berbasis komunitas keagamaan.
Tak hanya itu, santunan anak yatim dan jaminan sosial seperti jaminan kematian serta jaminan hari tua turut disalurkan sebagai bagian dari penguatan perlindungan ekonomi keluarga.
Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan hanya bernilai sosial, tetapi juga memiliki dampak ekonomi.
“Kami berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri, sekaligus memperkuat ekonomi keluarga,” ujarnya.
Penyaluran bantuan di momen Ramadan dinilai strategis karena bertepatan dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat. Dengan demikian, program ini turut menjaga stabilitas ekonomi mikro di tingkat kelurahan dan kecamatan.
Keterlibatan perbankan syariah dalam program CSR menunjukkan penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan sektor keuangan syariah dalam mendukung pembangunan berbasis komunitas.
Safari Ramadan kali ini memperlihatkan bahwa agenda keagamaan dapat menjadi instrumen kebijakan ekonomi daerah, terutama dalam mendorong distribusi dana langsung ke masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, Pemerintah Provinsi Riau menegaskan bahwa bantuan sosial bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari strategi menjaga daya beli dan memperkuat ekonomi masyarakat selama bulan suci.***















