Banner Website
Ekbis

Riau Baru Mampu Penuhi 27 Persen Kebutuhan Beras, Pemprov Genjot Swasembada Pangan

28
×

Riau Baru Mampu Penuhi 27 Persen Kebutuhan Beras, Pemprov Genjot Swasembada Pangan

Sebarkan artikel ini
Riau Baru Mampu Penuhi 27 Persen Kebutuhan Beras, Pemprov Genjot Swasembada Pangan
Pemerintah Provinsi Riau terus memacu program Swasembada Pangan Nasional,Senin (9/2/2026). TaktikNews/Md

TaktikNews.com, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau terus memacu program Swasembada Pangan Nasional, meski hingga kini daerah ini masih bergantung pada pasokan beras dari luar wilayah. Dari total kebutuhan konsumsi masyarakat, Riau baru mampu memenuhi sekitar 27 persen produksi beras secara mandiri.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengungkapkan  upaya swasembada pangan telah dijalankan secara terstruktur sejak 2025 melalui berbagai program strategis di sektor pertanian.

“Pemprov Riau sudah menjalankan program swasembada pangan secara serius, mulai dari optimalisasi lahan, cetak sawah rakyat, pompanisasi, hingga penguatan sistem irigasi,” ujar Syahrial kepada TaktikNews.com, Senin (9/2/2026).

Sebagai penggerak di lapangan, Pemprov Riau telah membentuk 111 Brigade Pangan yang melibatkan 1.665 petani milenial. Kelompok ini dilengkapi dengan alat dan mesin pertanian modern untuk mendorong efisiensi dan produktivitas.

Menurut Syahrial, keberadaan Brigade Pangan bukan sekadar meningkatkan produksi, tetapi juga menjadi strategi regenerasi petani dan percepatan modernisasi pertanian di Riau.

“Kami tidak hanya mengejar hasil panen, tetapi juga menyiapkan masa depan pertanian dengan melibatkan generasi muda,” jelasnya.

Dari sisi kebijakan, Pemprov Riau memperkuat langkah tersebut melalui instruksi Gubernur Riau tentang percepatan peningkatan luas tanam padi dan jagung. Gerakan ini melibatkan lintas sektor, termasuk TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Hasilnya mulai terlihat. Produksi padi Riau pada 2025 tercatat meningkat 4,51 persen dibanding tahun sebelumnya. Bahkan dalam dua tahun terakhir, dari 2023 hingga 2025, produksi padi tumbuh 12,7 persen, dari 205.973 ton menjadi 232.071 ton.

Jika dikonversi ke beras konsumsi, produksi beras Riau tahun 2025 mencapai 133,19 ribu ton. Namun angka ini masih jauh dari kebutuhan ideal.

“Dengan jumlah penduduk sekitar 6,7 juta jiwa, kebutuhan beras Riau mencapai sekitar 436 ribu ton per tahun. Artinya, kita masih sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah,” ungkap Syahrial.

Pemprov Riau menilai peningkatan produksi pangan lokal harus didukung penuh oleh pemerintah pusat, terutama melalui Kementerian Pertanian, baik dari sisi kebijakan, pendampingan teknis, maupun penyediaan sarana dan prasarana.

“Kami berharap dukungan Kementerian Pertanian terus diperkuat agar peningkatan produksi pangan di Riau bisa berjalan optimal dan berkelanjutan,” katanya.

Syahrial menegaskan, kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama untuk mewujudkan ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan Riau terhadap pasokan pangan dari luar.

“Sinergi ini penting agar target swasembada pangan nasional benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *