Banner Website
BisnisEkonomi & Bisnis

Surplus Perdagangan Riau Tembus US$4,36 Miliar, Nonmigas Jadi Penopang

7
×

Surplus Perdagangan Riau Tembus US$4,36 Miliar, Nonmigas Jadi Penopang

Sebarkan artikel ini
Ekspor Meroket, Impor Turun, Neraca Perdagangan Riau 2025 Surplus US$19,7 Miliar
Ilustrasi kapal dagang. (TN/Free)

Taktiknews.com, Pekanbaru – Surplus perdagangan Riau 2026 pada triwulan pertama mencapai US$4,36 miliar. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat capaian ini didorong kuat oleh kinerja ekspor sektor nonmigas yang tetap dominan.

Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, menyebutkan surplus tersebut berasal dari sektor nonmigas sebesar US$4,23 miliar dan migas sebesar US$132,66 juta.

“Secara kumulatif Januari hingga Maret 2026, neraca perdagangan Riau masih mengalami surplus yang cukup besar, terutama berasal dari sektor nonmigas,” ujarnya.

Secara bulanan, pada Maret 2026 neraca perdagangan Riau juga mencatat surplus sebesar US$1,45 miliar, dengan kontribusi nonmigas US$1,35 miliar dan migas US$96,68 juta.

“Pada Maret 2026, surplus tetap terjaga meskipun terjadi penurunan pada nilai ekspor dibandingkan tahun sebelumnya,” tambah Asep.

Dari sisi ekspor, nilai ekspor Riau Januari–Maret 2026 mencapai US$5,27 miliar atau tumbuh 1,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ekspor nonmigas bahkan naik 5,80 persen menjadi US$5,09 miliar.

Namun secara bulanan, ekspor Maret 2026 mengalami penurunan menjadi US$1,59 miliar atau turun 14,21 persen dibanding Maret 2025. Penurunan terjadi pada migas sebesar 29,36 persen menjadi US$101,73 juta dan nonmigas turun 12,93 persen menjadi US$1,49 miliar.

“Penurunan ekspor pada Maret 2026 terjadi baik pada sektor migas maupun nonmigas, namun secara kumulatif triwulan pertama masih menunjukkan pertumbuhan positif,” jelasnya.

Komoditas unggulan seperti lemak dan minyak hewan atau nabati menjadi penyumbang terbesar kenaikan ekspor dengan peningkatan US$285,89 juta atau 10,31 persen. Sebaliknya, bubur kayu (pulp) mengalami penurunan terdalam sebesar US$83,96 juta atau 17,96 persen.

Dari sisi tujuan ekspor, Tiongkok menjadi pasar utama dengan nilai US$892,28 juta, diikuti India US$579,89 juta dan Malaysia US$400,40 juta. Ketiganya menyumbang 36,82 persen terhadap total ekspor nonmigas Riau.

Sementara itu, ekspor ke kawasan ASEAN tercatat US$900,54 juta dan Uni Eropa sebesar US$557,43 juta. Berdasarkan sektor, industri pengolahan tumbuh 6,23 persen, sedangkan sektor pertanian turun 16,89 persen.

Di sisi impor, terjadi lonjakan signifikan. Nilai impor Januari–Maret 2026 mencapai US$913,01 juta atau naik 141,24 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Peningkatan impor terutama didorong oleh naiknya impor nonmigas dan barang modal yang cukup signifikan,” kata Asep.

Impor nonmigas tercatat US$856,66 juta atau naik 143,75 persen, sedangkan impor migas mencapai US$56,35 juta atau meningkat 108,53 persen.

Secara bulanan, impor Maret 2026 sebesar US$137,79 juta atau naik 8,04 persen dibanding tahun sebelumnya. Impor nonmigas meningkat 24,66 persen, sementara migas turun tajam 76,03 persen.

Komoditas impor terbesar yang melonjak adalah kapal terbang dan bagiannya sebesar US$398,43 juta.

Sebaliknya, bahan kimia organik mengalami penurunan terbesar.

Negara pemasok utama impor nonmigas adalah Prancis dengan nilai US$399,47 juta, disusul Tiongkok US$114,64 juta dan Kanada US$62,58 juta.

Selain itu, impor dari ASEAN mencapai US$119,44 juta dan Uni Eropa US$441,95 juta. Berdasarkan penggunaan, impor barang modal melonjak tajam hingga 1.676,35 persen menjadi US$450,61 juta.

“Lonjakan impor barang modal mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas investasi dan produksi di Riau,” tutup Asep.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *