Taktiknews.com, Pekanbaru – Harga cabai merah Pekanbaru kembali mengalami kenaikan di Pasar Pagi Arengka, Jalan Soekarno Hatta, pada pekan ini. Sebaliknya, harga bawang merah dan bawang putih justru turun sehingga memberikan sedikit ruang bagi masyarakat untuk menyesuaikan pengeluaran belanja kebutuhan dapur.
Berdasarkan pantauan Taktiknews.com, Sabtu (1/8/2026), aktivitas jual beli di pasar tradisional tersebut tetap berjalan normal. Pasokan berbagai komoditas bumbu dapur masih mencukupi meski terjadi fluktuasi harga pada beberapa jenis kebutuhan pokok.
Pedagang Pasar Pagi Arengka, Taty (34), mengatakan harga cabai merah kini dijual Rp60.000 per kilogram atau naik sekitar Rp10.000 dibandingkan pekan lalu yang masih berada di kisaran Rp50.000 per kilogram.
Menurutnya, kenaikan harga dipengaruhi berkurangnya pasokan dari daerah pemasok dalam beberapa hari terakhir.
“Kenaikan harga cabai merah dipengaruhi oleh pasokan yang sedikit berkurang dari daerah pemasok. Meski begitu, stok cabai masih tersedia dan kebutuhan pembeli tetap bisa dipenuhi,” ujarnya kepada Taktiknews.com, Sabtu (1/8/2026).
Sementara itu, harga bawang merah dan bawang putih justru mengalami penurunan. Kedua komoditas tersebut kini dijual Rp35.000 per kilogram sehingga mendorong masyarakat membeli dalam jumlah lebih banyak.
“Sekarang harga bawang merah dan bawang putih turun menjadi Rp35.000 per kilogram. Dengan harga yang lebih terjangkau, pembeli biasanya membeli dalam jumlah lebih banyak untuk persediaan di rumah,” katanya.
Fluktuasi harga komoditas hortikultura dinilai masih dalam kondisi wajar karena sangat dipengaruhi oleh pasokan dari sentra produksi. Selama distribusi berjalan lancar, harga diperkirakan kembali stabil dalam waktu dekat.
Meski harga cabai meningkat, para pedagang memastikan stok masih aman sehingga kebutuhan konsumen tetap dapat terpenuhi. Aktivitas perdagangan di Pasar Pagi Arengka juga tidak mengalami gangguan.
Di sisi lain, kenaikan harga cabai mulai memengaruhi pola belanja masyarakat. Salah seorang pembeli, Hany (25), mengaku mengurangi jumlah pembelian cabai merah agar pengeluaran rumah tangga tetap terkendali.
“Kalau cabai memang naik, jadi kami mengurangi jumlah pembelian. Syukurnya harga bawang turun, jadi masih bisa menyeimbangkan pengeluaran belanja dapur,” ujarnya.
Hany berharap harga bumbu dapur dapat kembali stabil agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Ia juga berharap distribusi dari daerah pemasok terus berjalan lancar sehingga kenaikan harga cabai tidak berlangsung dalam waktu lama.
Sementara itu, para pedagang optimistis kondisi pasar tetap kondusif karena distribusi berbagai komoditas masih berjalan baik. Mereka berharap kenaikan harga cabai hanya bersifat sementara dan segera kembali normal.***












