TAKTIKNEWS.COM – Perkembangan harga TBS sawit Riau pada awal September 2026 mencatatkan disparitas yang cukup lebar antara petani peserta skema kemitraan (plasma) dan petani swadaya. Data perbandingan harga periode 31 Agustus hingga 6 September 2026 menunjukkan penetapan harga TBS plasma berada di level Rp3.931 per kilogram, sedangkan harga di tingkat swadaya tertahan pada angka Rp3.380 per kilogram.
Kondisi tersebut menempatkan harga TBS swadaya minus Rp551 per kilogram atau lebih rendah 14,0 persen jika dibandingkan dengan skema plasma. Ketimpangan ini mencerminkan tren rutin bulanan, mengingat rata-rata selisih harga antar-skema dalam empat minggu terakhir berada di kisaran Rp585 per kilogram. Perbedaan harga secara lazim dipengaruhi oleh pola kemitraan, struktur biaya produksi, serta rantai pasok di masing-masing wilayah.
Selain unggul atas jalur swadaya, capaian harga TBS plasma di Bumi Lancang Kuning ini juga tercatat menorehkan kinerja positif dibandingkan kondisi pasar secara nasional. Rata-rata nasional untuk TBS plasma di 22 provinsi berada pada level Rp3.582 per kilogram, yang berarti posisi harga di Riau lebih tinggi 9,7 persen.
Perhitungan berbasis analisis paritas memperlihatkan angka Rp3.931 per kilogram berada 37,4 persen di atas estimasi paritas KPBN yang bernilai Rp2.860 per kilogram. Estimasi paritas tersebut dikalkulasikan berdasarkan hasil tender CPO KPBN domestik per 6 September dengan memperhitungkan asumsi rendemen 21 persen dan indeks K sebesar 85 persen merujuk pola rumus Permentan Nomor 13 Tahun 2024 untuk skema kemitraan.
Meskipun demikian, kalkulasi paritas ini diposisikan sebagai indikator edukasi serta bahan analisis komoditas, bukan angka penetapan resmi. Berbeda dengan skema plasma yang terikat regulasi, harga TBS bagi petani swadaya tidak diatur oleh aturan pemerintah sehingga estimasinya bersifat umum. Penetapan harga resmi di tingkat daerah tetap mengacu pada keputusan berkala Tim Penetapan Harga TBS Dinas Perkebunan Provinsi Riau.***














