Banner Website
Ekonomi & Bisnis

Optimalisasi Gas Suar Kilang Cilacap Tekan Emisi, Hemat Biaya Hingga US$10 Ribu per Hari

5
×

Optimalisasi Gas Suar Kilang Cilacap Tekan Emisi, Hemat Biaya Hingga US$10 Ribu per Hari

Sebarkan artikel ini
Optimalisasi Gas Suar Kilang Cilacap Tekan Emisi
PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap. (Tn/Ruang Energi)

Taktiknews.com, Cilacap – Optimalisasi gas suar Kilang Cilacap yang dilakukan PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap mulai menunjukkan hasil signifikan. Program tersebut berhasil menekan aktivitas flaring, meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca sebagai bagian dari upaya mendukung target dekarbonisasi nasional.

Nyala api gas suar (flare) yang selama ini identik dengan aktivitas Kilang Cilacap kini tampak semakin kecil. Kondisi tersebut bukan menandakan produksi menurun, melainkan mencerminkan keberhasilan perusahaan memanfaatkan kembali gas yang sebelumnya dibakar menjadi sumber energi untuk mendukung operasional kilang.

Manager Engineering & Development Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Andi Krishnanta Wijaya, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi serta inovasi para pekerja dalam menciptakan proses operasi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

“Optimalisasi pemanfaatan gas suar menjadi bukti keseriusan RU Cilacap dalam mendukung dekarbonisasi. Berbagai inovasi yang dikembangkan para pekerja mampu mengubah gas yang sebelumnya dibakar menjadi sumber energi yang dapat dimanfaatkan kembali dalam operasional kilang,” ujar Andi, Sabtu (1/8/2026), kepada Taktiknews.com.

Andi menjelaskan, RU Cilacap memiliki lima titik gas suar yang berada di Kilang I, Kilang II, Kilang Paraxylene Cilacap (KPC), Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC), serta Kilang Langit Biru Cilacap (KLBC).

Saat ini, gas yang sebelumnya dilepas melalui flare telah dimanfaatkan kembali sebagai fuel gas di Kilang I dan Kilang II. Sementara itu, off gas recovery dari eks Unit KPC dan RFCC dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk Unit Lube Oil Complex (LOC) III dan Sulphur Recovery Unit (SRU).

Implementasi inovasi tersebut memberikan dampak nyata terhadap efisiensi operasional. Optimalisasi tail gas mampu menurunkan konsumsi fuel gas 025F-101 rata-rata sebesar 1.698 Nm³ per jam atau sekitar 26 ton per hari. Efisiensi itu menghasilkan penghematan biaya bahan bakar hingga sekitar US$10.387 setiap hari.

Selain meningkatkan kinerja operasional, berkurangnya aktivitas flaring juga memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar kawasan kilang. Intensitas nyala api yang semakin kecil dinilai meningkatkan rasa aman dan kenyamanan warga.

Kontribusi terhadap lingkungan juga cukup besar. Hingga Juni 2026, program optimalisasi gas suar berhasil menekan emisi sebesar 7.286 ton CO₂ ekuivalen, atau setara dengan kemampuan penyerapan karbon oleh lebih dari 76 ribu pohon.

Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Cilacap, Agustiawan, menegaskan transformasi operasional tersebut tidak hanya berorientasi pada efisiensi perusahaan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat manfaat bagi masyarakat.

“Kami terus berupaya menjalankan operasional yang selaras dengan prinsip keberlanjutan. Efisiensi operasional yang dihasilkan membuka ruang yang lebih besar bagi perusahaan untuk memperkuat kontribusi kepada masyarakat melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL),” katanya kepada Taktiknews.com.

Menurutnya, penghematan yang diperoleh dari berbagai inovasi operasional akan memperkuat pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi Kilang Cilacap, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, hingga pengembangan ekonomi lokal.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa inovasi pada proses operasional mampu menghasilkan manfaat berlapis, mulai dari peningkatan efisiensi energi, penghematan biaya, penurunan emisi karbon, hingga memperkuat komitmen Pertamina Patra Niaga dalam mewujudkan operasional kilang yang lebih hijau dan berkelanjutan.***

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *