Taktiknews.com, Pekanbaru โ Prodi Bisnis Digital Unilak menjadi salah satu pilihan strategis bagi calon mahasiswa di tengah pesatnya perkembangan industri teknologi. Program studi di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Lancang Kuning itu dirancang untuk menjawab kebutuhan besar pasar kerja digital yang terus tumbuh.
Dekan Fasilkom Unilak, Dr. Yogi Yunefri, mengatakan dunia industri saat ini membutuhkan talenta digital yang siap kerja dan mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi. Menurutnya, jurusan kuliah kini harus dipilih berdasarkan kebutuhan pasar, bukan sekadar minat pribadi.
“Kami melihat adanya gap yang besar antara kebutuhan industri dengan ketersediaan tenaga kerja. Bisnis Digital bukan lagi sekadar tren musiman, melainkan sudah menjadi tulang punggung ekonomi masa depan. Di Fasilkom Unilak, kami menyiapkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi langsung siap ‘tempur’ di industri digital,” ujar Dr. Yogi, Senin (27/4/2026).
Ia mengungkapkan, data World Economic Forum memproyeksikan akan muncul 97 juta pekerjaan baru berbasis teknologi dalam beberapa tahun ke depan. Di sisi lain, laporan McKinsey & Company menunjukkan dunia masih kekurangan talenta di bidang digital marketing, data analytics, dan konten digital.
Peluang itu semakin terbuka di Indonesia. Berdasarkan studi e-Conomy SEA dari Google, Temasek, dan Bain & Company, nilai ekonomi digital nasional diproyeksikan menembus USD 130 miliar dalam beberapa tahun mendatang. Pertumbuhan tersebut ditopang sektor e-commerce, layanan digital, dan media daring.
Dr. Yogi menegaskan kebutuhan tenaga digital tidak hanya datang dari perusahaan rintisan, tetapi juga UMKM, korporasi besar, industri kreatif hingga instansi pemerintahan.
“Kebutuhan ini tidak terbatas pada perusahaan startup saja. UMKM yang merupakan 99% penggerak ekonomi Indonesia sangat membutuhkan digital marketing untuk naik kelas. Begitu juga korporasi besar, industri kreatif, hingga instansi pemerintahan semuanya memerlukan strategi komunikasi publik digital yang mumpuni,” tambahnya.
Mahasiswa Prodi Bisnis Digital Unilak dibekali kemampuan praktis seperti SEO, social media marketing, hingga pengembangan startup. Kampus juga menerapkan kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang mewajibkan mahasiswa membangun proyek nyata dan portofolio sejak awal perkuliahan.
Lulusan program ini diarahkan menjadi Digital Creator, Digital Marketer, hingga Digital Entrepreneur. Bahkan, mahasiswa disebut berpeluang menghasilkan pendapatan mandiri melalui pekerjaan freelance maupun bisnis online sebelum lulus kuliah.
Tak hanya fokus di pasar domestik, Fasilkom Unilak juga membuka peluang internasional melalui program magang dan kesempatan kerja di Jepang.
“Kami ingin mahasiswa kami memiliki mentalitas global. Dengan adanya peluang magang dan kerja di Jepang, kami memberikan jembatan nyata agar mereka tidak hanya menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital dunia, tetapi menjadi pemain kunci yang diperhitungkan,” tegas Dr. Yogi.
Saat ini, Fasilkom Unilak membuka pendaftaran mahasiswa baru Gelombang II hingga 5 Juli 2026 melalui laman resmi pmb.unilak.ac.id atau langsung ke Gedung Rektorat Unilak lantai 2.***













