Banner Website
BisnisEkonomi & Bisnis

Investasi Riau Tembus Rp12,85 Triliun, Dumai dan Pekanbaru Jadi Motor Utama

11
×

Investasi Riau Tembus Rp12,85 Triliun, Dumai dan Pekanbaru Jadi Motor Utama

Sebarkan artikel ini
Investasi Riau Tembus Rp12,85 Triliun, Dumai dan Pekanbaru Jadi Motor Utama
Ilustrasi: Realisasi investasi Riau triwulan I 2026 mencapai Rp12,85 triliun. (TN/Y)

Taktiknews.com, Pekanbaru – Realisasi investasi Riau triwulan I 2026 mencapai Rp12,85 triliun. Capaian tersebut menempatkan Provinsi Riau di posisi ke-15 nasional dan memperkuat status daerah ini sebagai salah satu tujuan investasi utama di Sumatera.

Kepala DPMPTSP Riau, Vera Angelika OK mengatakan, nilai investasi tersebut berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp9,6 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) senilai 197,01 juta dolar AS atau setara Rp3,25 triliun.

“Realisasi investasi Triwulan I 2026 sebesar Rp12,85 triliun ini menunjukkan bahwa Riau tetap menjadi daerah yang menarik bagi investor, baik dari dalam maupun luar negeri, terutama di wilayah Sumatera,” kata Vera Angelika, Rabu (13/5/2026).

Secara regional, Riau menempati peringkat ketiga di Sumatera untuk capaian PMDN maupun PMA. Investasi terbesar masih terkonsentrasi di wilayah strategis, terutama Kota Dumai dan Pekanbaru.

Kota Dumai menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai Rp3,05 triliun atau 23,70 persen dari total realisasi investasi. Posisi berikutnya ditempati Kota Pekanbaru sebesar Rp2,55 triliun atau 19,88 persen.

Selanjutnya, Kabupaten Indragiri Hilir mencatat investasi Rp1,74 triliun, disusul Rokan Hilir Rp1,13 triliun dan Pelalawan Rp1,04 triliun.

“Dari sisi investor asing, Singapura masih menjadi mitra utama dengan kontribusi 70,77 persen atau sekitar Rp2,3 triliun. Disusul Malaysia, serta Bermuda, Seychelles, dan Kepulauan Virgin Inggris,” ujarnya.

Sektor industri makanan menjadi penopang utama investasi dengan nilai Rp2,825 triliun atau 21,98 persen. Kemudian sektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan Rp2,24 triliun, industri kimia dan farmasi Rp1,83 triliun, perumahan dan kawasan industri Rp1,12 triliun, serta pertambangan Rp1,05 triliun.

Menurut Vera, Pemprov Riau kini fokus mendorong hilirisasi industri guna meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah dan memperkuat ekonomi hijau.

“Kami terus mendorong pengembangan industri hilir. Saat ini DPMPTSP bersama perangkat daerah tengah mengidentifikasi produk-produk hilir dari perusahaan PMA dan PMDN, agar Riau semakin kuat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis nilai tambah dan ekonomi hijau,” jelasnya.

Optimisme investasi juga diperkuat dengan sejumlah proyek strategis yang tengah berjalan, seperti Tol Lingkar Pekanbaru ruas Rengat–Pekanbaru, pengembangan Kawasan Industri Buruk Bakul, hingga pembangunan PLTS berkapasitas 2 gigawatt di Pulau Rangsang.

“Proyek-proyek ini akan menjadi pengungkit investasi ke depan, memperkuat konektivitas, menarik industri pengolahan, serta mendukung transisi energi bersih di Riau,” tambahnya.

Pemprov Riau juga terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kapasitas sumber daya manusia guna menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif.

“Dengan pelayanan yang semakin prima, kami optimistis iklim investasi akan semakin kondusif, dunia usaha berkembang, dan peluang kerja bagi masyarakat terus terbuka,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *