Banner Website
Nasional

Mentan: Nilai Tukar Petani Tertinggi dalam 34 Tahun, Pertanian Tumbuh 5,74 Persen

5
×

Mentan: Nilai Tukar Petani Tertinggi dalam 34 Tahun, Pertanian Tumbuh 5,74 Persen

Sebarkan artikel ini
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. (TN/M)

Taktiknews.com, Jakarta – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan kinerja sektor pertanian nasional menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Salah satu indikatornya adalah Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga dekade terakhir.

Dalam laporannya pada Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (24/6/2026), Amran menyebut data Badan Pusat Statistik menunjukkan NTP Mei 2026 mencapai 127,73 atau naik 1,99 persen dibandingkan April 2026.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya kesejahteraan petani di Indonesia.

“Pertumbuhan ekonomi sektor pertanian sesuai data BPS naik 5,74 persen, tertinggi selama 25 tahun. Itu berkat kerja keras para petani dan nelayan seluruh Indonesia,” katanya.

Selain peningkatan NTP, Amran juga memaparkan kinerja ekspor pertanian yang terus mengalami pertumbuhan. Nilai ekspor sektor pertanian disebut meningkat hingga Rp166 triliun.

Di sisi lain, berkurangnya ketergantungan terhadap impor beras medium turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional. Pemerintah mencatat penurunan nilai impor hingga Rp41 triliun.

Menurut Amran, kombinasi peningkatan ekspor dan pengurangan impor tersebut memberikan manfaat ekonomi yang besar bagi sektor pertanian nasional.

“Selain Nilai Tukar Petani yang mengalami peningkatan, ekspor pertanian juga naik sebesar Rp166 triliun. Kemudian karena sudah tidak impor beras medium lagi, maka nilai impor turun Rp41 triliun, jadi total keuntungan petani sebesar Rp200 triliun,” ujarnya.

Menteri Pertanian juga menegaskan bahwa program hilirisasi pertanian terus didorong pemerintah. Langkah tersebut ditargetkan mampu menciptakan sedikitnya tiga juta lapangan kerja baru hingga tahun 2029.

Dalam kesempatan itu, Amran turut mengungkapkan capaian produksi beras nasional berdasarkan laporan terbaru Food and Agriculture Organization (FAO). Indonesia disebut menjadi produsen beras terbesar di kawasan ASEAN dan menempati posisi keempat dunia.

“Badan Pangan Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO) dalam rilis laporan terbarunya mendudukkan Indonesia sebagai negara produsen beras tertinggi di Asia Tenggara (ASEAN). Sementara di tingkat global, Indonesia berhasil melesat ke peringkat keempat dunia, pengumuman FAO produksi kita tertinggi nomor 4 dunia mencapai 38 juta ton,” ujar dia.

Selain membahas sektor pangan, Amran juga menyoroti perkembangan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang sebelumnya sempat mengalami penurunan. Menurutnya, harga TBS kini mulai kembali stabil dan diharapkan dapat terus meningkat demi kesejahteraan petani sawit.

“Baru baru ini harga sawit turun, Alhamdulillah TBS sekarang normal kembali bila perlu naik 10 persen dari sebelumnya. Kami bekerja sama dengan Kapolri, ada 274 (perusahaan) yang awalnya tidak menaikkan itu sudah kita tindak lanjuti,” ujarnya.

Amran menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga komoditas pertanian, termasuk sawit, karena sektor tersebut menjadi sumber penghidupan bagi jutaan petani di Indonesia.

Pantauan Taktiknews.com, pernyataan Menteri Pertanian tersebut menunjukkan optimisme pemerintah terhadap sektor pertanian nasional yang dinilai semakin kuat melalui peningkatan kesejahteraan petani, pertumbuhan produksi, dan penguatan hilirisasi komoditas strategis.***

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *