Taktiknews.com, Pekanbaru – Harga Minyakita di Pasar Selasa Soebrantas Panam, Pekanbaru, tercatat mengalami penurunan dibandingkan pekan lalu. Meski demikian, harga minyak goreng subsidi tersebut masih berada jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Berdasarkan pantauan Taktiknews.com, Kamis (25/6/2026), Minyakita dijual sekitar Rp20.000 per liter. Harga tersebut turun sekitar Rp2.000 dibandingkan pekan sebelumnya yang sempat menyentuh Rp22.000 per liter.
Meski menunjukkan tren penurunan, harga jual di tingkat pedagang masih lebih tinggi dibandingkan HET Minyakita yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.
Salah seorang pedagang di Pasar Selasa Soebrantas Panam, Rani, mengatakan penurunan harga terjadi seiring mulai membaiknya pasokan minyak goreng subsidi di pasaran.
“Itu sudah agak turun, biasanya di harga Rp22.000. Sekarang sudah turun jadi Rp20.000 karena udah banyak dapat subsidi, kalau yang sebelumnya kan susah,” ujar Rani kepada Taktiknews.com, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, pedagang masih kesulitan menjual Minyakita sesuai harga yang ditetapkan pemerintah karena biaya operasional dan harga sejumlah kebutuhan pokok lainnya terus mengalami kenaikan.
“Kalau ngikutin harga pemerintah ya kita gak ada untungnya, apalagi sekarang harga pokok serba naik,” tambahnya.
Dari pantauan Taktiknews.com, selisih antara harga jual Minyakita di pasar dengan HET pemerintah masih mencapai Rp4.300 per liter. Kondisi tersebut menunjukkan harga minyak goreng subsidi belum sepenuhnya stabil di tingkat konsumen.
Para pedagang berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk menjaga kestabilan harga sekaligus memastikan distribusi dan ketersediaan pasokan Minyakita tetap lancar di pasaran.
Mereka menilai pasokan yang memadai menjadi salah satu faktor penting untuk menekan harga sehingga lebih mendekati HET yang telah ditetapkan pemerintah.***














