Taktiknews.com, Pekanbaru – Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mendesak aparat kepolisian segera menangkap pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ia menilai tindakan tersebut merupakan kejahatan serius yang merampas kebebasan serta hak asasi korban.
Pernyataan itu disampaikan Cucun menyusul terungkapnya kasus dugaan penyekapan terhadap perempuan berinisial YTR yang diduga mengalami kekerasan selama bertahun-tahun hingga mengalami luka serius dan trauma mendalam. Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin.
“Harus ada tindakan tegas bagi pelaku penyekapan dan penganiayaan yang menyebabkan korban mengalami luka serius dan trauma. Apa yang dilakukan pelaku merupakan bentuk perampasan kebebasan individu,” ujar Cucun dalam keterangannya kepada Taktiknews.com di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, aparat penegak hukum harus mengusut tuntas kasus tersebut dan memastikan pelaku mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya di hadapan hukum.
“Segera tangkap pelaku yang saat ini DPO. Polisi juga harus mampu mengusut tuntas kasus tersebut dan memberikan hukuman berat kepada pelaku karena perbuatannya sangat keji,” tegas Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat II tersebut.
Selain penyekapan dan penganiayaan, Cucun meminta penyidik mendalami kemungkinan adanya tindak pidana lain yang dilakukan pelaku, termasuk dugaan kekerasan seksual maupun bentuk eksploitasi terhadap korban.
Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap proses pemulihan korban. Menurutnya, korban membutuhkan pendampingan menyeluruh, baik dari aspek kesehatan fisik maupun psikologis, mengingat kekerasan yang dialaminya berlangsung dalam jangka waktu panjang.
“Selain perawatan medis, rehabilitasi psikologis juga sangat penting agar korban dapat pulih secara menyeluruh dari trauma yang dialaminya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pimpinan DPR Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) itu menilai kasus tersebut harus menjadi pengingat bagi masyarakat mengenai bahaya relasi yang tidak sehat atau toxic relationship. Menurutnya, banyak korban kekerasan yang terjebak dalam hubungan penuh kontrol, manipulasi, dan pembatasan kebebasan sehingga sulit mencari pertolongan.
“Perlu ada edukasi yang lebih masif agar masyarakat memahami tanda-tanda relasi yang tidak sehat dan berani mencari bantuan sebelum kekerasan terjadi lebih jauh,” jelas Politisi Fraksi PKB itu.
Cucun turut mengapresiasi langkah Polda Jawa Barat yang terus memburu pelaku dan mengusut kasus tersebut secara menyeluruh. Ia berharap proses penegakan hukum berjalan maksimal hingga pelaku berhasil ditangkap dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
“Saya mengimbau masyarakat yang mengetahui atau melihat tanda-tanda kekerasan di lingkungan sekitar untuk segera melapor kepada pihak berwenang. Kepedulian sosial sangat penting untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya,” pungkasnya.
Pantauan Taktiknews.com, kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan tersebut menjadi perhatian luas publik karena korban diduga mengalami kekerasan dalam waktu lama. Aparat kepolisian saat ini masih memburu pelaku yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).***














