Banner Website
Politik

Komisi III DPRD Riau Minta Direksi Baru Riau Petroleum Genjot Lapangan Kerja dan Dividen

5
×

Komisi III DPRD Riau Minta Direksi Baru Riau Petroleum Genjot Lapangan Kerja dan Dividen

Sebarkan artikel ini
DBH Sawit Riau Turun, DPRD Pertanyakan Kebijakan Pemerintah Pusat
Anggota Komisi III DPRD Riau, Abdullah. (TN/CK)

Taktiknews.com, Pekanbaru – Komisi III DPRD Riau meminta direksi baru PT Riau Petroleum segera menunjukkan kinerja melalui pengembangan usaha yang mampu menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan dividen bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau.

Harapan tersebut disampaikan menyusul rencana diterimanya dana Participating Interest (PI) tahun 2025 yang diperkirakan cair pada tahun ini.

Anggota Komisi III DPRD Riau, Abdullah, kepada Taktiknews.com, Jumat (26/6/2026), mengatakan PT Riau Petroleum dikabarkan akan menerima PI sekitar 20 juta dolar Amerika Serikat atau setara sekitar Rp320 miliar.

“Jika itu dibayarkan maka tentu akan ada dana yang cukup besar. Nah harapan kita ini tidak sia-sia. Direksi harus sudah ada rencana bisnis yang betul-betul membanggakan Provinsi Riau,” ujar Abdullah.

Menurutnya, Komisi III telah melakukan pengawasan terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Riau, termasuk PT Riau Petroleum, selama sekitar satu setengah tahun. Karena itu, kehadiran direktur operasional yang baru diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata dalam pengembangan bisnis perusahaan.

“Kami berharap dividen ini banyak datang dari hasil usaha, sehingga perputaran ekonomi dan lapangan kerja khususnya di Riau, menjadi core bussiness Riau Petroleum, untuk meningkatkan profesionalisme bekerja dengan direktur yang baru,” katanya.

Dari pantauan Taktiknews.com, Komisi III menilai momentum pencairan PI harus dimanfaatkan untuk memperkuat ekspansi usaha perusahaan, bukan hanya mengandalkan penerimaan dana tersebut tanpa pengembangan bisnis yang berkelanjutan.

Abdullah menambahkan, masa evaluasi selama satu setengah tahun dinilai cukup sebagai pembelajaran. Karena itu, direksi baru diminta segera merealisasikan program kerja yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Ia juga menilai kemampuan direksi baru harus dibuktikan melalui aksi nyata, meskipun latar belakang direktur operasional yang baru bukan berasal dari sektor minyak dan gas.

“Jadi untuk menguji kompetensinya harus dengan tindakan, meskipun sepertinya background mereka belum ada di perminyakan tapi di level manajemen itu memungkinkan selama mereka melakukan aksi nyata, belajar cepat dan mengambil tindakan bisnis yang menguntungkan bagi masyarakat Provinsi Riau,” pungkasnya.***

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *