Banner Website
Daerah

Ramadan 1447 H, Lapas Pasir Pangarayan Perkuat Pembinaan Iman Warga Binaan

43
×

Ramadan 1447 H, Lapas Pasir Pangarayan Perkuat Pembinaan Iman Warga Binaan

Sebarkan artikel ini
Ramadan 1447 H, Lapas Pasir Pangarayan Perkuat Pembinaan Iman Warga Binaan
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pasir Pangarayan mengintensifkan program pembinaan keagamaan bagi warga binaan, Sabtu (21/2/2026). Taktiknews/Melva

Taktiknews.com, Pasir Pengaraian – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pasir Pangarayan mengintensifkan program pembinaan keagamaan bagi warga binaan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembentukan karakter dan kesadaran spiritual selama Ramadan.

Kegiatan pengajian rutin yang digelar di Masjid At-Taubah dalam lingkungan lapas tersebut menghadirkan penceramah dari luar. Suasana khidmat tampak menyelimuti jalannya tausiyah yang diikuti antusias oleh para warga binaan, Sabtu (21/2/2026).

Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, melalui Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Binadik dan Giatja), Sunu Istiqomah Danu, menjelaskan bahwa Ramadan menjadi momentum penting untuk meningkatkan intensitas pembinaan kepribadian.

โ€œPada bulan Ramadan ini, kegiatan keagamaan kami perbanyak sebagai bagian dari proses pembinaan mental dan spiritual warga binaan,โ€ ujarnya.

Menurutnya, pembinaan keagamaan memiliki peran strategis dalam sistem pemasyarakatan. Selain membentuk karakter yang lebih baik, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran diri serta memperkuat komitmen untuk berubah ke arah yang lebih positif.

Dalam ceramahnya, ustadzah yang hadir menekankan pentingnya memperkuat keimanan dan menjadikan Ramadan sebagai titik balik kehidupan. Warga binaan diajak untuk memanfaatkan bulan penuh berkah ini dengan memperbanyak ibadah, memperdalam ilmu agama, serta menata kembali niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah menjalani masa pembinaan.

Sesi tanya jawab yang digelar di akhir kegiatan berlangsung interaktif. Sejumlah warga binaan aktif mengajukan pertanyaan seputar amalan Ramadan dan cara menjaga konsistensi ibadah. Jawaban yang disampaikan pun dikemas dengan bahasa sederhana dan sarat motivasi.

Program ini selaras dengan arahan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam memperkuat pembinaan kepribadian di seluruh satuan kerja pemasyarakatan, termasuk di wilayah Riau.

Melalui peningkatan kegiatan religius selama Ramadan, pihak lapas berharap warga binaan tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga memperoleh bekal moral dan spiritual yang kuat untuk kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *