Banner Website
Ekbis

Pertamina Mulai Dua Proyek Energi Hijau, Dorong Swasembada dan Tekan Impor BBM

21
×

Pertamina Mulai Dua Proyek Energi Hijau, Dorong Swasembada dan Tekan Impor BBM

Sebarkan artikel ini
Pertamina Mulai Dua Proyek Energi Hijau, Dorong Swasembada dan Tekan Impor BBM
Peletakan batu pertama kedua proyek tersebut dilakukan secara serentak dalam acara Peresmian Proyek Hilirisasi Fase I yang digelar di Kantor Danantara, Jakarta, Jumat (6/2/2026). /TN/MC

TaktikNews.com, Jakarta – PT Pertamina (Persero) semakin serius mempercepat transisi menuju energi ramah lingkungan. Melalui dukungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Pertamina resmi memulai pembangunan dua proyek energi hijau strategis, yakni Biorefinery Cilacap di Jawa Tengah dan Pabrik Bioethanol Glenmore di Banyuwangi, Jawa Timur.

Peletakan batu pertama kedua proyek tersebut dilakukan secara serentak dalam acara Peresmian Proyek Hilirisasi Fase I yang digelar di Kantor Danantara, Jakarta, Jumat (6/2/2026), dan terhubung secara daring ke lokasi proyek.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa hilirisasi industri merupakan agenda prioritas nasional yang sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia. Menurutnya, proyek-proyek hijau ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat kemandirian energi dan transformasi ekonomi Indonesia.

“Proyek hilirisasi ini tidak hanya menciptakan nilai tambah industri, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperkuat daya saing ekonomi nasional secara berkelanjutan,” ujar Rosan.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan mitra strategis menjadi kunci agar hilirisasi mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa pembangunan Biorefinery Cilacap dan pabrik Bioethanol Glenmore merupakan langkah konkret Pertamina dalam mendukung swasembada energi berbasis energi bersih, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar.

“Kedua proyek ini mendukung transisi energi nasional, berpotensi menekan impor BBM dan avtur, serta memperkuat peta jalan penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Indonesia,” jelas Simon.

Di Cilacap, Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha Pertamina, Emma Sri Martini, menekankan bahwa proyek Biorefinery selaras dengan strategi Dual Growth Pertamina, yakni mengembangkan bisnis rendah karbon tanpa mengesampingkan kekuatan bisnis eksisting.

Menurut Emma, proyek ini memiliki efek berganda yang besar, mulai dari penciptaan lapangan kerja, pengurangan impor, hingga penurunan emisi karbon.

“Ini bukan sekadar proyek energi, tetapi proyek percontohan yang memberi manfaat ekonomi, lingkungan, dan kesehatan masyarakat secara langsung,” ujarnya.

Sementara itu di Banyuwangi, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menyampaikan bahwa pembangunan Pabrik Bioethanol Glenmore merupakan wujud nyata kolaborasi Pertamina New and Renewable Energy dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), anak usaha PTPN.

“Kolaborasi ini menghadirkan energi bersih sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat, khususnya petani tebu, sejalan dengan visi Asta Cita dan swasembada energi nasional,” kata Agung.

Biorefinery Cilacap dirancang mengolah hingga 6.000 barel per hari minyak jelantah menjadi energi hijau. Saat ini, kilang Cilacap telah memproduksi 27 kiloliter SAF per hari, dan ditargetkan meningkat signifikan hingga 887 kiloliter per hari pada 2029. Proyek ini diperkirakan berkontribusi sekitar Rp199 triliun per tahun terhadap PDB nasional, menyerap hampir 6.000 tenaga kerja, serta menurunkan emisi karbon hingga 600 ribu ton setara CO₂ per tahun.

Sementara Pabrik Bioethanol Glenmore ditargetkan memproduksi 30 ribu kiloliter bioethanol per tahun berbasis tebu. Proyek ini diproyeksikan menyerap lebih dari 4.000 tenaga kerja lokal, memberdayakan petani, dan menurunkan emisi hingga 66 ribu ton setara CO₂ per tahun.

Melalui dua proyek ini, Pertamina menegaskan perannya sebagai motor transisi energi nasional, sekaligus pilar penting dalam mewujudkan kemandirian energi yang berkelanjutan dan berpihak pada ekonomi rakyat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *