Taktiknews.com, Pekanbaru – Program pemulihan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) masih menghadapi tantangan besar. Pemerintah Provinsi Riau mencatat kebutuhan sekitar 9.966 hektare lahan alternatif untuk relokasi masyarakat yang masih menguasai kawasan konservasi tersebut.
Pelaksana Tugas Gubernur Riau sekaligus Ketua Tim Percepatan Pemulihan Taman Nasional Tesso Nilo (TP2TNTN), SF Hariyanto, mengatakan kebutuhan lahan itu muncul setelah pemerintah melakukan pendataan terhadap warga yang berada di dalam kawasan TNTN.
Hasil inventarisasi menunjukkan sekitar 10.600 hektare lahan di kawasan konservasi tersebut saat ini dikuasai oleh 3.916 kepala keluarga (KK). Sementara itu, proses relokasi yang telah berjalan baru mencakup 633 hektare dengan 227 KK yang telah dipindahkan ke lokasi baru.
“Masih tersisa kebutuhan 9.966 hektare lahan alternatif yang telah dipetakan. Tindak lanjutnya membutuhkan keputusan di tingkat nasional, dan pihak daerah siap mengawal implementasinya,” ujar SF Hariyanto kepada Rakyat45.com, Selasa (3/6/2026).
Menurutnya, percepatan pemulihan TNTN tidak dapat dilakukan hanya melalui penertiban kawasan. Pemerintah juga harus memastikan tersedianya tempat tinggal baru dan sumber penghidupan yang layak bagi masyarakat terdampak.
Karena itu, penyediaan lahan alternatif menjadi salah satu komponen utama dalam strategi pemulihan kawasan yang selama bertahun-tahun mengalami tekanan akibat perambahan dan alih fungsi lahan.
SF Hariyanto menegaskan pemerintah menjalankan proses pemulihan secara bertahap dengan mempertimbangkan aspek sosial serta kepastian hukum bagi warga yang direlokasi.
“Pemulihan harus berjalan terukur dan terkendali. Tujuan kami adalah Tesso Nilo kembali menjadi kawasan konservasi yang utuh dan berfungsi optimal,” tegasnya.
Ke depan, Tim Percepatan Pemulihan TNTN akan menjalankan tiga agenda utama secara bersamaan, yakni pengamanan dan penertiban kawasan, penyediaan lahan alternatif bagi masyarakat, serta pelaksanaan reforestasi berbasis zonasi dengan pengawasan berkelanjutan.
Pemerintah menargetkan pemulihan kawasan Tesso Nilo berlangsung hingga 2028 dengan sasaran pemulihan mencapai 66.704 hektare lahan.
SF Hariyanto menilai dukungan pemerintah pusat menjadi faktor penting untuk mencapai target tersebut, baik dari sisi kebijakan maupun pembiayaan. Dengan sinergi tersebut, Pemprov Riau berharap fungsi ekologis Taman Nasional Tesso Nilo dapat pulih secara optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan serta masyarakat sekitar.***














