Banner Website
Peristiwa

Pelajar SMP yang Hanyut di Sungai Silau Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Pencarian

41
×

Pelajar SMP yang Hanyut di Sungai Silau Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Pencarian

Sebarkan artikel ini
Pelajar SMP yang Hanyut di Sungai Silau Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Pencarian
Tim SAR Gabungan akhirnya membuahkan hasil. Seorang pelajar SMP yang dilaporkan hanyut di aliran Sungai Silau, Kabupaten Asahan, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (14/2/2026) siang. (TaktikNews/Rizki)

Taktiknews.com, Asahan – Upaya pencarian intensif yang dilakukan Tim SAR Gabungan akhirnya membuahkan hasil. Seorang pelajar SMP yang dilaporkan hanyut di aliran Sungai Silau, Kabupaten Asahan, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (14/2/2026) siang.

Korban diketahui bernama Muhammad Riski Aslam (13), warga Kelurahan Sentang, Kecamatan Kota Kisaran Timur.

Berdasarkan informasi di lapangan, jasad korban ditemukan sekitar pukul 13.30 WIB dalam kondisi mengapung di tepi aliran Sungai Silau. Lokasi penemuan berjarak sekitar 250 meter dari titik awal korban dilaporkan terseret arus sungai.

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel Basarnas, BPBD Asahan, TNI-Polri, serta dibantu warga sekitar, segera melakukan evakuasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

Salah satu petugas Basarnas, Irfanta Sembiring, menyampaikan bahwa jasad korban pertama kali terlihat oleh warga yang berada di sekitar sungai.

โ€œWarga melihat jasad korban mengapung lalu berteriak meminta bantuan. Tim langsung bergerak ke lokasi dan mengevakuasi korban. Sesuai permintaan keluarga, jenazah langsung dibawa ke rumah duka,โ€ jelas Irfanta.

Usai dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Jeruk, Kelurahan Sentang, Kecamatan Kota Kisaran Timur, untuk disemayamkan. Tangis keluarga pecah saat jenazah tiba, menandai duka mendalam atas kepergian korban.

Sebelumnya, Muhammad Riski Aslam dilaporkan hanyut saat mandi bersama dua orang temannya di Sungai Silau. Diduga kuat korban tidak mampu melawan arus sungai yang saat itu cukup deras.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat serius akan bahaya aktivitas di sungai, khususnya bagi anak-anak. Warga setempat mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan dan melarang anak bermain atau mandi di sungai tanpa pengamanan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Suasana duka masih menyelimuti rumah korban, sementara warga sekitar turut menyampaikan belasungkawa.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *