Taktiknews.com, Siak – Pemerintah Kabupaten Siak bersama Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak kembali menghidupkan tradisi Kenduri Apam sebagai simbol pelestarian adat dan penguatan nilai keagamaan.
Tradisi khas Melayu ini digelar dalam rangka menyambut Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus menyongsong datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung LAMR Siak tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Selain doa bersama, acara dirangkai dengan sedekah kue apam serta pemberian santunan kepada 50 anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial dan rasa syukur kepada Allah SWT.
Bupati Siak yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Mahadar, menyampaikan apresiasi atas konsistensi LAMR dalam menjaga dan menghidupkan kembali tradisi adat Melayu yang mulai jarang dilaksanakan di tengah arus modernisasi.
“Pemerintah Kabupaten Siak sangat mendukung kegiatan seperti ini. Kenduri apam adalah warisan adat yang sarat makna dan pernah menjadi tradisi rutin masyarakat Melayu.
Hari ini kita menghidupkannya kembali sebagai sarana silaturahmi dan doa bersama,” ujar Mahadar, Selasa (13/1/2026) kepada Taktiknews.com.
Ia menegaskan, kenduri apam bukan sekadar ritual makan bersama, melainkan memiliki filosofi mendalam sebagai simbol kebersamaan, rasa syukur, dan permohonan keselamatan bagi negeri Siak agar senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.
Mahadar juga menilai peran LAMR Kabupaten Siak sangat strategis sebagai penjaga marwah adat.
Di tengah perubahan zaman, keberadaan lembaga adat menjadi benteng agar nilai-nilai budaya Melayu tetap lestari dan relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.
“Tradisi ini mencerminkan falsafah Melayu, adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah. Nilai-nilai keislaman dan adat berjalan seiring dan saling menguatkan,” ungkapnya.
Kue apam sendiri memiliki makna simbolik yang mendalam. Kata apam diyakini berasal dari istilah afwan yang berarti ampunan, melambangkan doa memohon ampun kepada Allah SWT sekaligus ajakan untuk saling memaafkan antarsesama, terutama menjelang bulan Ramadan.
Momentum peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dalam kegiatan tersebut juga dimaknai sebagai ajang refleksi spiritual.
Umat Islam diajak untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, khususnya dalam menjaga salat sebagai tiang agama serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
“Menyambut Ramadan yang tidak lama lagi, mari kita siapkan diri dengan hati yang bersih, niat yang tulus, serta semangat memperbanyak ibadah dan mempererat silaturahmi dalam kehidupan sehari-hari,” ajaknya.
Pada kesempatan itu, Mahadar turut memohon doa dan dukungan masyarakat terkait dinamika dan penyesuaian yang sedang berlangsung di lingkungan birokrasi Pemerintah Kabupaten Siak.
Ia berharap seluruh jajaran pemerintahan dapat mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan daerah.
“Dengan menjaga persatuan dan keharmonisan, kita berharap Kabupaten Siak terus menjadi negeri yang beradat, religius, dan berkemajuan,” pungkasnya.***














