Taktiknews.com, Pekanbaru – Memasuki awal tahun kerja 2026, Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) langsung tancap gas mengoptimalkan pendapatan asli daerah. Fokus utama diarahkan pada pendataan ulang dan validasi potensi pajak daerah agar target penerimaan dapat tercapai secara maksimal.
Langkah intensifikasi ini menyasar sektor strategis seperti Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), Reklame, serta Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang selama ini menjadi tulang punggung pendapatan daerah.
Dipimpin langsung Plt Kepala Bapenda Pekanbaru, T. Denny Muharpan, tim satuan tugas gabungan melakukan peninjauan lapangan di sejumlah titik usaha dan objek pajak di Kecamatan Binawidya dan Tuah Madani, Kamis (8/1/2026) Kepada Taktiknews.com.
Denny menegaskan, kegiatan turun langsung ke lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan data objek pajak benar-benar sesuai kondisi riil.
“Kami ingin memastikan seluruh potensi pajak tercatat secara akurat. Validasi faktual di lapangan sangat penting agar tidak ada objek pajak yang terlewat atau tidak sesuai data,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Denny didampingi sejumlah pejabat teknis Bapenda, di antaranya Kabid Pajak Daerah II Ari Supriyanto, Kabid Pengendalian Pajak Ismu Vebrian Arioka, serta Kepala UPT V Muhammad Rizwan Hardiansyah NAS, bersama tim petugas lapangan.
Tak sekadar melakukan pendataan manual, Bapenda Pekanbaru kini menerapkan integrasi data berbasis sistem digital. Setiap hasil verifikasi lapangan langsung dimasukkan ke dalam sistem layanan pajak terpadu, sehingga proses administrasi dapat berjalan lebih cepat, transparan, dan terpantau secara real-time.
Selain itu, tim juga memberikan ruang edukasi dan konsultasi langsung kepada para wajib pajak. Menurut Denny, pendekatan persuasif menjadi bagian penting dalam membangun kepatuhan pajak.
“Kami tidak hanya menagih, tetapi juga memberikan pemahaman. Dengan transparansi dan komunikasi yang baik, kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan pajak daerah akan semakin kuat,” jelasnya.
Bapenda Pekanbaru menargetkan kegiatan jemput bola ini akan terus berlanjut dan diperluas ke seluruh kecamatan. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian fiskal daerah sekaligus mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan layanan publik di Kota Pekanbaru.***











