TaktikNews.com, Kampar – Pemerintah Kabupaten Kampar menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mendukung program strategis nasional. Hal ini disampaikan usai Bupati Kampar Ahmad Yuzar mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah tahun 2026 yang dirangkai dengan evaluasi dukungan daerah terhadap Program 3 Juta Rumah, bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Senin (9/2/2026).
Rapat tersebut digelar secara virtual dan dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, serta diikuti seluruh kepala daerah, wakil kepala daerah, sekretaris daerah, dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Indonesia.
Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi, terutama melalui pengendalian inflasi agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
โInflasi harus dikendalikan dengan baik agar kepentingan konsumen dan produsen bisa berjalan seimbang. Ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan daerah,โ tegas Tito.
Dalam rapat tersebut, Mendagri juga memaparkan data komoditas yang menjadi penyumbang inflasi tertinggi pada Januari 2026. Dibandingkan Januari 2025, inflasi didorong oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 15,22 persen, terutama dipengaruhi oleh harga emas perhiasan. Selain itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga menyumbang inflasi sebesar 11,93 persen.
Data tersebut menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah untuk mengambil langkah antisipatif di wilayah masing-masing.
Menanggapi hasil rakor, Bupati Kampar melalui Asisten II Setda Kampar, Muhammad, menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi pusat dan daerah, khususnya dalam pengendalian inflasi serta percepatan program pembangunan nasional.
โPemkab Kampar berkomitmen menjalankan langkah nyata pengendalian inflasi, mulai dari memperkuat koordinasi antarperangkat daerah, memastikan kelancaran distribusi bahan pokok, hingga rutin memantau harga di pasar,โ ujar Muhammad.
Ia menambahkan, upaya tersebut dilakukan agar masyarakat tidak terdampak lonjakan harga, terutama menjelang momentum tertentu yang rawan inflasi.
Selain pengendalian inflasi, Pemkab Kampar juga menyatakan kesiapan penuh mendukung Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah pusat untuk memenuhi kebutuhan hunian layak, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
โPemerintah Kabupaten Kampar siap bersinergi dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta para pemangku kepentingan untuk mempercepat penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat,โ tegas Muhammad.
Ia berharap, kolaborasi lintas sektor tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga Kampar, baik dari sisi stabilitas ekonomi maupun pemenuhan kebutuhan dasar perumahan.***












