Banner Website
Daerah

Jembatan Jalan Nelayan Amblas, Agung Nugroho Percepat Pembangunan Jembatan Darurat

5
×

Jembatan Jalan Nelayan Amblas, Agung Nugroho Percepat Pembangunan Jembatan Darurat

Sebarkan artikel ini
Jembatan Amblas Jalan Nelayan
gung turun langsung meninjau lokasi jembatan yang amblas pada Senin (15/6/2026). (TN/M)

Taktiknews.com, Pekanbaru – Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho memastikan pembangunan jembatan darurat segera dilakukan menyusul amblasnya jembatan di Jalan Nelayan, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai. Langkah tersebut diambil agar akses utama masyarakat tidak terputus terlalu lama.

Agung turun langsung meninjau lokasi jembatan yang amblas pada Senin (15/6/2026). Dalam peninjauan itu, ia didampingi Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) III Riau Daniel, Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri, Kepala Dinas PUPR Pekanbaru Edward Riansyah, serta sejumlah pejabat terkait.

Dari pantauan Taktiknews.com, kondisi jembatan yang amblas sejak Sabtu (13/6/2026) menyebabkan akses kendaraan terputus. Jembatan tersebut merupakan satu-satunya jalur penghubung bagi warga yang bermukim di kawasan Jalan Nelayan.

Agung mengatakan pemerintah kota bersama instansi terkait sepakat mempercepat penanganan darurat sembari menyiapkan pembangunan permanen yang diperkirakan membutuhkan waktu lebih panjang.

“Jembatan ini sudah dibangun oleh kementerian sejak tahun 1995, dan sudah lebih dari 31 tahun. Jadi wajar adanya erosi tanahnya ambruk dibawah,” kata Agung di sela peninjauan.

Menurutnya, pembangunan jembatan permanen tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat karena membutuhkan proses perencanaan dan penganggaran. Karena itu, pemerintah memprioritaskan pemasangan jembatan darurat agar mobilitas warga kembali berjalan.

“Hari ini sudah ada pengiriman jembatan darurat terlebih dahulu. Agar bisa segera digunakan masyarakat, bisa dilalui untuk satu mobil bergantian,” ujarnya.

Kepada Taktiknews.com, Senin (15/6/2026), Agung menegaskan Pemerintah Kota Pekanbaru juga akan berkoordinasi langsung dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempercepat pembangunan kembali jembatan tersebut.

Menurutnya, keberadaan jembatan sangat vital karena menjadi akses utama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan padat penduduk tersebut.

“Ini akses satu-satunya di Jalan Nelayan ini. Jumlah penduduk di sini cukup padat,” katanya.

Sebelumnya, amblasnya jembatan mengakibatkan kendaraan tidak dapat melintas. Bagian bibir jembatan mengalami penurunan hingga lebih dari satu meter akibat pergerakan tanah yang terjadi di sekitar konstruksi.

Sehari sebelum peninjauan, Pemerintah Kota Pekanbaru telah mengerahkan tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan pengecekan lapangan serta berkoordinasi dengan BWSS III.

“Kemarin tim dari PUPR sudah turun ke lokasi,” kata Agung, Minggu (14/6/2026).

Berdasarkan hasil koordinasi awal, tidak jauh dari lokasi terdapat pekerjaan pemancangan tiang sungai yang dilakukan BWSS III. Aktivitas tersebut diduga berdampak terhadap struktur penyangga jembatan hingga menyebabkan badan jembatan mengalami penurunan.

Selain itu, keterangan warga menyebut sebelum kejadian terdapat kendaraan crane bertonase besar yang melintasi jembatan. Setelah kendaraan tersebut lewat, kondisi jembatan perlahan mengalami pergeseran hingga akhirnya amblas.

“Kita berkoordinasi dengan BWSS, segera kita perbaiki. Karena masyarakat banyak lewat di jalanan itu,” pungkasnya.***

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *