Banner Website
Ekonomi & Bisnis

Harga TBS Sawit Riau Anjlok Jelang Maret 2026, Umur 9 Tahun Turun Hampir 4 Persen

77
×

Harga TBS Sawit Riau Anjlok Jelang Maret 2026, Umur 9 Tahun Turun Hampir 4 Persen

Sebarkan artikel ini
Harga TBS Sawit Plasma Riau Naik Lagi, Petani Sambut Positif Awal 2026
Ilustrasi: Timbang TBS Sawit. (Taktiknews/Febri)

Taktiknews.com, Pekanbaru – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit milik petani mitra swadaya di Provinsi Riau kembali terkoreksi pada pekan keenam tahun 2026. Untuk periode 25 Februari hingga 3 Maret 2026, harga mengalami penurunan signifikan, terutama pada kelompok umur tanaman produktif.

Keputusan ini dihasilkan dalam rapat tim penetapan harga yang digelar oleh Dinas Perkebunan Provinsi Riau pada 24 Februari 2026.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran, Defris Hatmaja, mengungkapkan bahwa penurunan paling tajam terjadi pada TBS umur 9 tahun. Harga pada kelompok ini merosot sebesar Rp 144,82 per kilogram atau turun 3,98 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Dengan penyesuaian tersebut, harga TBS umur 9 tahun kini ditetapkan sebesar Rp 3.497,26 per kilogram dan berlaku selama satu minggu ke depan.

โ€œKoreksi harga kali ini dipengaruhi oleh turunnya harga minyak sawit mentah (CPO) dan kernel di pasar,โ€ jelas Defris saat dikonfirmasi Taktiknews.com, Selasa (24/2/2026).

Dalam periode ini, harga penjualan CPO tercatat turun Rp 771,77 per kilogram, sedangkan harga kernel melemah Rp 74,00 per kilogram dari pekan sebelumnya.

Harga rata-rata CPO KPBN ditetapkan Rp 14.142,50 per kilogram dan kernel KPBN Rp 13.575,00 per kilogram. Sementara itu, harga referensi rata-rata yang digunakan dalam penetapan TBS masing-masing sebesar Rp 13.995,00 per kilogram untuk CPO dan Rp 13.665,00 per kilogram untuk kernel.

Indeks K yang digunakan dalam perhitungan pekan ini berada di angka 92,66 persen. Adapun harga cangkang turut disesuaikan menjadi Rp 22,60 per kilogram.

Penetapan harga TBS di Riau tetap berpedoman pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024 dan Keputusan Dirjen Perkebunan Nomor 144 Tahun 2025, dengan rentang umur tanaman 3 hingga 30 tahun.

Menurut Defris, pemerintah bersama tim terus berupaya memperbaiki tata kelola agar sistem penetapan harga berjalan transparan dan adil bagi pekebun maupun perusahaan mitra.

Ia juga menegaskan bahwa dukungan Pemerintah Provinsi Riau serta pendampingan dari aparat penegak hukum diharapkan mampu menjaga stabilitas sektor sawit, khususnya dalam melindungi pendapatan petani dari gejolak pasar global.

Berikut rincian harga TBS kelapa sawit mitra swadaya di Riau:

Umur 3 tahun: Rp 2.711,20/kg

Umur 4 tahun: Rp 3.021,67/kg

Umur 5 tahun: Rp 3.240,61/kg

Umur 6 tahun: Rp 3.364,80/kg

Umur 7 tahun: Rp 3.440,88/kg

Umur 8 tahun: Rp 3.482,28/kg

Umur 9 tahun: Rp 3.497,26/kg

Umur 10โ€“20 tahun: Rp 3.462,01/kg

Umur 21 tahun: Rp 3.404,82/kg

Umur 22 tahun: Rp 3.338,66/kg

Umur 23 tahun: Rp 3.263,41/kg

Umur 24 tahun: Rp 3.206,35/kg

Umur 25 tahun: Rp 3.159,64/kg

Umur 26 tahun: Rp 3.142,78/kg

Umur 27 tahun: Rp 3.116,81/kg

Umur 28 tahun: Rp 3.067,51/kg

Umur 29 tahun: Rp 3.031,20/kg

Umur 30 tahun: Rp 2.948,20/kg

Penurunan harga TBS ini menjadi sorotan utama pekan ini karena berdampak langsung pada pendapatan ribuan petani sawit swadaya di Riau. Jika tren pelemahan harga CPO dan kernel berlanjut, bukan tidak mungkin tekanan terhadap harga TBS akan terus terjadi dalam beberapa pekan mendatang.***

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *