Banner Website
BisnisEkonomi & Bisnis

Harga TBS Sawit Nasional Naik Tipis, APKASINDO: Tren Masih Menguat

6
×

Harga TBS Sawit Nasional Naik Tipis, APKASINDO: Tren Masih Menguat

Sebarkan artikel ini
Harga TBS Sawit Nasional Naik, Riau Tetap Tertinggi
Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat Medali Emas Manurung. (TN/Riau Aktual)

Taktiknews.com, Pekanbaru – Tren harga TBS sawit nasional kembali mencatat kenaikan tipis pada periode 22-28 Juni 2026. Berdasarkan laporan APKASINDO, rata-rata harga Tandan Buah Segar (TBS) petani plasma naik menjadi Rp3.415 per kilogram, sedangkan harga TBS petani swadaya meningkat menjadi Rp2.947 per kilogram.

Kenaikan harga terjadi di tengah pergerakan pasar yang relatif stabil. Dari 22 provinsi yang dipantau, sebanyak 13 provinsi mengalami kenaikan harga pada salah satu skema, baik plasma maupun swadaya, sementara 16 provinsi lainnya mencatat penurunan pada salah satu skema harga.

Laporan harga TBS APKASINDO menunjukkan harga TBS plasma secara nasional naik Rp7 per kilogram dibandingkan pekan sebelumnya. Sementara itu, harga TBS petani swadaya meningkat Rp30 per kilogram.

Pada skema plasma, empat provinsi mencatat kenaikan harga, lima provinsi mengalami penurunan, sedangkan sisanya relatif stabil. Untuk skema swadaya, sembilan provinsi mengalami kenaikan dan 11 provinsi lainnya mencatat penurunan.

Ketua Umum DPP APKASINDO, Gulat Medali Emas Manurung, menilai pergerakan harga tersebut menjadi sinyal positif bagi petani sawit di tengah tantangan pasar global.

“Secara umum harga TBS petani dalam sepekan terakhir bergerak stabil dengan kecenderungan menguat, terutama pada petani swadaya. Ini menjadi kabar baik bagi petani karena menunjukkan pasar masih mampu bertahan di tengah berbagai tantangan global,” ujar Gulat, Minggu (28/6/2026).

Menurutnya, stabilnya harga TBS masih ditopang oleh harga minyak sawit mentah (CPO) dunia yang terjaga, permintaan ekspor yang tetap kuat, serta tingginya konsumsi domestik melalui program biodiesel.

Meski demikian, APKASINDO masih menyoroti selisih harga yang cukup lebar antara petani plasma dan petani swadaya. Secara nasional, harga TBS swadaya rata-rata masih lebih rendah Rp468 per kilogram atau sekitar 15,9 persen dibandingkan harga plasma.

“Perbedaan harga ini menunjukkan posisi tawar petani swadaya masih perlu diperkuat. Penguatan kelembagaan, koperasi petani, serta kemitraan yang berkeadilan harus terus didorong,” tegasnya kepada Taktiknews.com.

Di Provinsi Riau, harga TBS plasma tercatat sebesar Rp3.776 per kilogram, sedangkan harga TBS swadaya mencapai Rp3.270 per kilogram. Meskipun mengalami sedikit koreksi dibandingkan pekan sebelumnya, Riau tetap menjadi salah satu daerah dengan harga TBS tertinggi di Indonesia.

APKASINDO memperkirakan harga TBS nasional masih bergerak stabil dalam empat pekan ke depan dengan peluang kenaikan yang terbatas, selama tidak terjadi tekanan besar dari pasar global.

“Kami memperkirakan dalam empat minggu ke depan harga TBS masih bergerak stabil. Selama tidak ada tekanan besar dari pasar global, petani masih berpeluang menikmati harga yang baik,” tutup Gulat.***

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *