Taktiknews.com, Pekanbaru – Memasuki pekan pertama Ramadan 1447 H, harga kebutuhan bahan pokok di Kota Pekanbaru terpantau relatif stabil. Kondisi ini diperoleh setelah tim gabungan yang terdiri dari Satuan Tugas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan bersama Badan Pangan Nasional melakukan inspeksi ke pasar tradisional.
Pengawasan dilakukan di dua pusat perdagangan utama, yaitu Pasar Agus Salim dan Pasar Cik Puan. Dalam operasi tersebut, petugas fokus memastikan tidak ada pedagang yang menjual kebutuhan pokok, terutama minyak goreng bersubsidi, di atas harga eceran tertinggi (HET).
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru melalui Kepala Bidang Tertib Perdagangan dan Perindustrian, Khairunnas, menegaskan bahwa pengawasan harga menjadi prioritas selama Ramadan. Salah satu komoditas yang menjadi perhatian utama adalah minyak goreng merek Minyakita.
Pedagang diingatkan untuk menjual minyak goreng tersebut sesuai ketentuan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter. Jika ditemukan pelanggaran, tim gabungan tidak segan memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.
โPengawasan harga bahan pangan selama Ramadan terus kami lakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat,โ ujar Khairunnas pada Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, hasil pantauan di dua pasar tersebut menunjukkan harga Minyakita masih berada dalam batas wajar dan sesuai ketentuan HET pemerintah.
Selain minyak goreng, tim pengawas juga mencatat bahwa harga komoditas pokok lain masih relatif stabil. Beberapa bahan pangan yang tidak mengalami lonjakan signifikan antara lain cabai merah, bawang, beras, hingga daging sapi.
Khairunnas menyebut kestabilan harga ini menjadi indikator bahwa distribusi bahan pangan di Pekanbaru masih berjalan normal meskipun permintaan masyarakat meningkat selama Ramadan.
Tim gabungan tidak hanya menyasar pasar tradisional. Pengawasan juga diperluas ke supermarket dan distributor bahan pangan guna mencegah praktik penimbunan maupun permainan harga yang dapat merugikan konsumen.
Pemerintah Kota Pekanbaru menegaskan akan terus memantau pergerakan harga sepanjang bulan Ramadan. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman selama periode peningkatan konsumsi.***















