Taktiknews.com, Siak – Pemerintah Kabupaten Siak mulai memperkuat persiapan menghadapi libur Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Wakil Bupati Siak Syamsurizal memimpin langsung rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna memastikan kesiapan daerah dalam mengantisipasi arus mudik dan arus balik Lebaran.
Rapat yang berlangsung di Ruang Raja Indra Pahlawan, Kantor Bupati Siak, Kamis (12/3/2026) tersebut dihadiri unsur Forkopimda, para camat, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri agar pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi mobilitas masyarakat saat Lebaran, termasuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Siak Syamsurizal menyampaikan bahwa berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, sekitar 50 persen masyarakat Indonesia diperkirakan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran tahun ini.
Menurutnya, meskipun arus mudik di Kabupaten Siak tidak sebesar di kota-kota besar, potensi peningkatan mobilitas masyarakat tetap perlu diantisipasi sejak dini.
“Walaupun skalanya tidak sebesar di ibu kota, pergerakan masyarakat menjelang dan setelah Lebaran tetap harus kita siapkan dengan matang agar tidak menimbulkan kendala di lapangan,” ujarnya.
Untuk menjaga kelancaran arus mudik, pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri, dan instansi terkait akan mendirikan sekitar 10 posko pengamanan di sejumlah titik strategis di wilayah Kabupaten Siak.
Posko tersebut nantinya akan didukung sekitar 235 personel gabungan yang terdiri dari Dinas Perhubungan, aparat TNI dan Polri, PMI, serta tenaga medis.
Keberadaan posko ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan selama periode mudik hingga arus balik Lebaran.
Selain itu, Dinas Perhubungan diminta meningkatkan koordinasi dengan Organda dan pihak perusahaan pelayaran guna memastikan kesiapan armada transportasi, khususnya untuk jalur laut melalui Pelabuhan Mengkapan Buton serta sejumlah terminal di wilayah Siak.
Dalam rapat tersebut, Wakil Bupati juga menyoroti sejumlah persoalan infrastruktur yang dinilai dapat mengganggu kenyamanan perjalanan mudik, seperti minimnya penerangan jalan serta kondisi jalan yang rusak di beberapa ruas.
Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera melakukan percepatan pemeliharaan, terutama pada jalur-jalur utama yang kerap dilalui masyarakat.
“Kerusakan jalan tentu berpotensi membahayakan pengguna jalan dan menghambat kelancaran arus mudik. Kami minta segera dilakukan perbaikan,” tegasnya.
Syamsurizal juga menginstruksikan para camat untuk ikut memantau kondisi lampu penerangan jalan di wilayah masing-masing serta segera melaporkan jika ditemukan kerusakan.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Siak Nugroho Imam Darotdjat menyampaikan bahwa kondisi inflasi daerah hingga saat ini masih relatif terkendali.
Berdasarkan pemantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), inflasi bulanan di Kabupaten Siak masih tergolong rendah.
Namun secara tahunan, dibandingkan periode Februari hingga Maret 2025, inflasi tercatat sekitar 3,23 persen, sedikit melampaui target inflasi nasional sehingga perlu menjadi perhatian bersama.
Beberapa komoditas yang berpotensi memicu kenaikan harga antara lain daging ayam ras, cabai merah, tomat, ayam hidup, serta emas perhiasan.
Meski demikian, stok pangan pokok seperti beras masih dinilai aman dan harga kebutuhan pokok relatif stabil.
“Secara umum ketersediaan bahan pangan masih cukup. Namun komoditas seperti bawang merah, cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, dan daging ayam ras tetap perlu diwaspadai karena berpotensi memicu kenaikan harga,” jelas Nugroho.
Pemerintah daerah pun berkomitmen terus memantau perkembangan harga dan pasokan bahan pokok agar stabilitas ekonomi masyarakat tetap terjaga selama Ramadan hingga Lebaran. (Infotorial)













