Taktiknews.com, Siak – Bupati Siak Afni Zulkifli secara resmi melantik 60 pejabat Administrator dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak. Prosesi pelantikan tersebut digelar di Balai Rung Datuk 4 Suku, Komplek Perumahan Rakyat Abdi Praja, Kecamatan Siak, Kamis (12/3/2026).
Pelantikan ini menjadi bagian dari langkah penataan birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak guna meningkatkan efektivitas kerja serta memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Afni menjelaskan bahwa proses pengisian jabatan di pemerintahan saat ini tidak lagi semata-mata ditentukan oleh keputusan kepala daerah. Menurutnya, penempatan pejabat kini harus mengikuti aturan, persyaratan, serta standar kompetensi yang telah ditetapkan dalam sistem kepegawaian nasional.
“Penataan jabatan sekarang mengikuti mekanisme dan regulasi yang berlaku. Setiap pejabat yang ditempatkan harus memenuhi kriteria yang sesuai dengan kebutuhan organisasi,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemkab Siak ke depan akan mulai menerapkan sistem Manajemen Talenta guna menciptakan tata kelola ASN yang lebih terukur dan profesional. Sistem tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas aparatur dalam menjalankan tugasnya.
Afni mengingatkan seluruh ASN agar tetap menjaga profesionalisme dan integritas dalam bekerja, baik bagi pejabat yang baru dilantik maupun yang belum mendapatkan jabatan baru.
“Saya berharap seluruh ASN di Kabupaten Siak dapat bekerja secara profesional, berintegritas, dan selalu mengutamakan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelantikan tersebut, Afni menegaskan tidak ada pejabat yang mengalami penurunan jabatan. Sebagian besar pejabat yang dilantik justru memperoleh promosi sebagai bentuk penyegaran organisasi sekaligus mendukung target kinerja masing-masing perangkat daerah.
Menurutnya, setiap kepala dinas memiliki target kerja yang harus dicapai. Oleh karena itu, diperlukan tim kerja yang mampu mendukung dan sejalan dengan visi serta program kerja pimpinan.
“Untuk mencapai target yang telah ditetapkan, tentu dibutuhkan orang-orang yang mampu bekerja searah dan saling mendukung,” katanya.
Afni juga menyinggung kondisi keuangan daerah yang saat ini sedang menghadapi tantangan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pelayanan dasar kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Meskipun kondisi keuangan daerah sedang tidak ideal, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti. Justru harus terus kita tingkatkan,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Afni meminta seluruh pimpinan perangkat daerah agar menjadi sumber informasi yang jelas dan akurat bagi para pegawai di lingkungan kerjanya. Hal tersebut penting untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman di internal organisasi.
“Saya berharap kepala perangkat daerah dapat menyampaikan informasi yang benar kepada stafnya agar tidak terjadi miskomunikasi yang berujung pada fitnah,” pungkasnya.***












