Banner Website
Peristiwa

Cuaca Ekstrem Kembali Makan Korban, Kapal Sembako Karam di Perairan Bengkalis

53
×

Cuaca Ekstrem Kembali Makan Korban, Kapal Sembako Karam di Perairan Bengkalis

Sebarkan artikel ini
Cuaca Ekstrem Kembali Makan Korban, Kapal Sembako Karam di Perairan Bengkalis
Kapal pembawa sembako KLM Prima Setia rute Tanjung Balai Asahan–Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, mengalami karam setelah dihantam ombak besar dan angin kencang di perairan Pantai Sepahat, Selat Bengkalis, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Jumat (23/1/2026).(Taktiknews/TNI AL Pos Bengkalis).

Taktiknews.com, Bandar Laksamana – Cuaca ekstrem kembali memicu kecelakaan laut di perairan Riau. Kapal Layar Motor (KLM) Prima Setia No.1033/Ia GT 170 dilaporkan karam di perairan Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Jumat (23/1/2026).

Kapal pengangkut sembako dan barang kebutuhan rumah tangga itu tidak mampu bertahan setelah dihantam ombak besar. Bagian lambung bawah kapal pecah, menyebabkan air masuk dengan cepat hingga akhirnya kapal tenggelam sebagian. Akibatnya, muatan kapal hanyut dan berserakan hingga ke bibir pantai.

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar membenarkan insiden tersebut. Ia menyebut laporan kecelakaan diterima sekitar pukul 11.00 WIB, dan langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi lintas instansi.

“Dari laporan awal, kapal mengalami kerusakan fatal akibat gelombang tinggi dan angin kencang. Alhamdulillah, seluruh awak kapal berhasil selamat,” kata Fahrian.

Sebanyak tujuh orang awak kapal tercatat selamat dalam kejadian ini. Mereka terdiri dari nakhoda Wardi (59) asal Kepulauan Meranti, serta enam ABK yakni Zainal, Herman Sabri, Rahmat, Wahid, Mahadi, dan Candra. Seluruh kru dievakuasi oleh nelayan setempat tanpa luka serius, meski mengalami trauma akibat kejadian tersebut.

Ombak Tinggi Pecahkan Lambung Kapal

Berdasarkan kronologi, kapal bertolak dari Pelabuhan Tanjung Balai Asahan menuju Selatpanjang pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 18.00 WIB dengan membawa muatan sembako.

Namun saat melintasi perairan Selat Morong, Kecamatan Rupat, cuaca mulai memburuk. Gelombang tinggi disertai angin kencang menghantam badan kapal secara terus-menerus.

Sekitar pukul 21.00 WIB, lambung bagian bawah kapal pecah. Air laut masuk deras dan membuat kapal kehilangan keseimbangan. Nakhoda sempat menghubungi pihak TNI AL dan Basarnas Bengkalis melalui radio komunikasi untuk meminta bantuan.

“Tidak lama setelah itu, mesin kapal mati total dan komunikasi terputus, sehingga posisi kapal tidak bisa lagi dipantau,” jelas Fahrian.

Para awak kapal terpaksa bertahan mengapung di laut selama beberapa jam hingga akhirnya kapal terbawa arus dan terdampar di perairan Desa Sepahat pada Jumat siang.

Muatan Hanyut, Warga Diminta Tetap Tertib

Saat ditemukan, kondisi kapal sudah rusak parah. Struktur dek dan lambung terpisah, membuat ribuan paket sembako hanyut terbawa arus laut hingga ke pantai.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung berdatangan untuk membantu evakuasi. Bhabinkamtibmas Desa Sepahat, Aipda Rully Salemba, sempat mengimbau masyarakat agar tidak menjarah barang muatan kapal.

Meski demikian, pihak pengelola kapal melalui nakhoda Wardi akhirnya memperbolehkan warga memanfaatkan barang-barang yang hanyut sebagai bentuk terima kasih atas pertolongan yang diberikan.

“Daripada terbuang sia-sia di laut, pemilik kapal mengizinkan warga mengambil barang tersebut,” ungkap Fahrian.

Hingga kini, seluruh awak kapal masih berada di Desa Sepahat untuk beristirahat sambil menunggu penjemputan dari pihak pengurus kapal asal Selatpanjang. Sementara itu, personel kepolisian tetap disiagakan di lokasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

“Petugas kami masih melakukan pemantauan guna memastikan situasi tetap kondusif,” pungkas Kapolres Bengkalis.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat serius akan ancaman cuaca ekstrem di jalur pelayaran Selat Malaka dan pentingnya kesiapsiagaan keselamatan kapal, terutama yang mengangkut kebutuhan pokok masyarakat.***

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *