Banner Website
Peristiwa

Bocah 8 Tahun yang Hanyut di Sungai Rokan Ditemukan Meninggal

83
×

Bocah 8 Tahun yang Hanyut di Sungai Rokan Ditemukan Meninggal

Sebarkan artikel ini
Bocah 8 Tahun yang Hanyut di Sungai Rokan Ditemukan Meninggal
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu pagi (11/1/2026). /TN/Ho-Tim SAR Rohul)

Taktiknews.com, Rohul – Upaya pencarian terhadap seorang anak yang dilaporkan hanyut di aliran Sungai Rokan, Desa Ngaso, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, akhirnya berakhir duka. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu pagi (11/1/2026).

Korban diketahui bernama Elma Esa Pramana (8), siswa kelas II sekolah dasar yang tinggal di Perumahan Ria Mandiri, Kelurahan Ujung Batu. Ia sebelumnya dilaporkan hilang setelah terseret arus sungai.

Jenazah korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 07.20 WIB oleh pihak keluarga yang ikut menyisir aliran Sungai Rokan di sekitar Jembatan Ngaso.

Saat pencarian berlangsung, salah seorang anggota keluarga melihat sesuatu mencurigakan di tepi sungai, tepatnya di dekat pohon sawit.

“Setelah didekati dan dipastikan bersama keluarga lainnya, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa,” ujar pihak Polsek Ujung Batu dalam laporannya.

Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada aparat kepolisian dan tim Basarnas yang sejak awal terlibat dalam proses pencarian. Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Ujung Batu untuk menjalani pemeriksaan medis.

Dokter jaga Puskesmas Ujung Batu, dr. Putri Arianti, menyatakan korban meninggal dunia akibat tenggelam. Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan menolak dilakukan autopsi.

Setelah proses administrasi selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan rencananya akan dimakamkan di kampung halaman keluarga di Kisaran.

Dalam penanganan kasus ini, Polsek Ujung Batu telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari olah tempat kejadian perkara, evakuasi jenazah, pendataan saksi, koordinasi dengan pihak puskesmas, hingga melengkapi dokumen penolakan autopsi.

Polisi mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai atau lokasi berisiko lainnya.

“Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk lebih waspada dan memastikan keselamatan anak-anak, agar peristiwa serupa tidak terulang,” pungkas pihak kepolisian.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *