Taktiknews.com, Pekanbaru – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi cuaca di Provinsi Riau pada Senin, 12 Januari 2026, masih berpotensi tidak stabil.
Sejumlah daerah diprakirakan diguyur hujan sejak pagi hingga malam hari, disertai risiko cuaca ekstrem di beberapa wilayah.
Sejak pagi, sebagian besar wilayah Riau terpantau mengalami udara kabur hingga berawan.
Berdasarkan analisis radar cuaca BMKG, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpeluang terjadi lebih awal di Kabupaten Kampar dan Rokan Hulu.
Memasuki siang hingga sore hari, kondisi cuaca relatif cerah berawan. Meski demikian, hujan ringan masih berpotensi turun di Kampar, Rokan Hulu, dan Kuantan Singingi, sehingga aktivitas masyarakat diimbau tetap waspada.
Situasi berubah pada malam hari. Potensi hujan diprediksi meluas ke berbagai wilayah, termasuk Rokan Hulu, Bengkalis, Kampar, Kuantan Singingi, Pelalawan, Indragiri Hulu, Rokan Hilir, hingga Kota Pekanbaru.
Bahkan hingga dini hari, hujan ringan masih berpeluang mengguyur Rokan Hilir dan Bengkalis.
Forecaster On Duty BMKG Riau, Yudhistira M, menegaskan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mewaspadai hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama di wilayah Kampar dan Rokan Hulu pada pagi dan malam hari, serta Kuantan Singingi dan Bengkalis pada sore hingga malam,” jelasnya.
BMKG juga mencatat suhu udara di Riau berada pada kisaran 23–33 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan cukup tinggi, yakni 50 hingga 98 persen.
Sementara arah angin dominan bertiup dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan mencapai 30 kilometer per jam.
Di sektor perairan, kondisi gelombang laut umumnya tergolong rendah dengan ketinggian sekitar 0,5 hingga 1,25 meter.
Namun BMKG mengingatkan adanya potensi gelombang lebih tinggi, mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, khususnya di perairan Dumai-Bengkalis saat cuaca memburuk.
Tak hanya cuaca, BMKG juga melaporkan perkembangan titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera.
Hingga pukul 23.00 WIB, terdeteksi 32 hotspot, dengan Riau menyumbang tujuh titik.
Sebaran hotspot di Riau tercatat berada di Kota Dumai (2 titik), Kabupaten Pelalawan (3 titik), Rokan Hulu (1 titik), dan Indragiri Hulu (1 titik).
Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat potensi kebakaran hutan dan lahan di tengah cuaca yang masih fluktuatif.
BMKG mengimbau seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, untuk terus memantau informasi cuaca terkini serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.***













